Ragam . 03/04/2026, 12:47 WIB

Hutama Karya Siap 'Buang' Aspal Impor, Aspal Buton Jadi Senjata Baru Infrastruktur

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Admin

fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari raksasa infrastruktur pelat merah, PT Hutama Karya (Persero). Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan konstruksi kelas kakap ini memberikan sinyal kuat untuk segera menghentikan ketergantungan pada aspal impor. Langkah berani ini bukan tanpa alasan, pasalnya Indonesia memiliki "harta karun" tersembunyi berupa Aspal Buton (Asbuton) yang siap mengguncang proyek-proyek strategis nasional.

Bagi kamu yang mengikuti perkembangan ekonomi, langkah ini adalah jawaban atas arahan tegas Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kemandirian sumber daya dalam negeri. Hutama Karya memastikan pintu gerbang mereka terbuka lebar untuk menyerap kekayaan alam lokal ini guna memperkuat ketahanan infrastruktur tanah air.

"Intinya kalau dari Hutama Karya untuk proyek-proyek sangat terbuka untuk menggunakan Asbuton," tegas Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan (EVP) Hutama Karya, Hamdani, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Strategi Anti-Impor: Melawan Gejolak Harga Minyak Dunia

Mengapa kita harus beralih sekarang? Perlu kamu tahu, selama ini mayoritas aspal yang kita gunakan adalah aspal impor turunan minyak bumi. Masalahnya, ketika konflik global meletus dan harga minyak dunia melambung, biaya pembangunan jalan kita ikut tercekik. Ketergantungan tinggi ini menjadi titik lemah yang sangat berbahaya bagi APBN.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, kini bergerak cepat menginisiasi kebijakan wajib penggunaan Asbuton olahan. Langkah ini bukan sekadar soal nasionalisme, tapi strategi bertahan hidup di tengah situasi global yang tidak pasti. Dengan cadangan melimpah dan kualitas yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia, sudah saatnya Asbuton menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada sumber daya dari luar, terutama di tengah situasi global yang tidak pasti. Apa yang kita miliki di dalam negeri harus menjadi kekuatan utama,” ujar Dody Hanggodo menjelaskan urgensi kebijakan tersebut.

Target Ambisius: Hemat Devisa Hingga Rp4 Triliun!

Data menunjukkan fakta yang cukup miris. Dalam lima tahun terakhir, pemanfaatan Asbuton olahan baru menyentuh angka 4 persen dari total penggunaan nasional. Padahal, kebutuhan aspal nasional pada tahun 2024 mencapai 1,056 juta ton dan diproyeksikan melonjak hingga 1,5 juta ton per tahun.

Pemerintah tidak tinggal diam dan langsung memasang target tinggi. Melalui regulasi wajib penggunaan Asbuton olahan dengan skema A30 (substitusi minimal 30 persen), Indonesia berpotensi memangkas ketergantungan aspal impor hingga 50 persen. Efek dominonya sangat luar biasa bagi kantong negara.

Manfaat Ekonomi Penggunaan Aspal Buton:

  • Penghematan Devisa: Diproyeksikan mampu menghemat uang negara hingga Rp4,08 triliun per tahun.
  • Penerimaan Pajak: Potensi kenaikan setoran pajak sebesar Rp1,6 triliun per tahun.
  • Industri Dalam Negeri: Mendorong pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Hutama Karya dan Kementerian PU Bersinergi

Meskipun penggunaan Asbuton selama ini tergolong minim, sinergi antara Hutama Karya dan Kementerian PU terus diperkuat. Hamdani menyebutkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan teman-teman di Kementerian PU untuk memberdayakan produk lokal ini. Kuncinya ada pada spesifikasi teknis yang harus terpenuhi agar kualitas jalan tol maupun jalan nasional tetap terjaga.

Langkah ini menjadi mitigasi paling konkret terhadap risiko lonjakan harga energi global. Dengan menggunakan sumber daya dari Buton, proyek infrastruktur tidak lagi tersandera oleh fluktuasi harga komoditas luar negeri. Strategi ini menjadi kunci utama untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja di industri pengolahan aspal domestik.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id