fin.co.id - Kesehatan anak sering kali terlihat dari hal-hal sederhana yang kerap terlewat. Salah satunya adalah kondisi feses. Banyak orang tua masih menganggap remeh bentuk, warna, hingga frekuensi buang air besar (BAB), padahal indikator ini bisa menjadi sinyal penting dari kondisi saluran cerna si kecil.
Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Subsp. G.H., menegaskan bahwa orang tua perlu lebih peka membaca tanda-tanda tersebut. Dengan memahami karakteristik feses, Anda bisa mendeteksi gangguan pencernaan sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah serius.
Kenali Bentuk Feses Anak, Jangan Sampai Salah Tafsir
Langkah pertama yang harus Anda perhatikan adalah bentuk feses. Menurut dr. Frieda, bentuk feses dapat bervariasi, mulai dari bulat, lembek, hingga menyerupai pisang. Variasi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi petunjuk kondisi pencernaan anak.
Untuk bayi di bawah 12 bulan, Anda bisa menggunakan Infant Stool Form Scale sebagai panduan. Jika feses bayi terlihat sedikit dan keras, kondisi ini mengarah pada konstipasi. Sebaliknya, jika jumlahnya banyak dan cenderung cair, bayi kemungkinan mengalami diare.
Sementara itu, untuk anak usia di atas satu tahun, orang tua bisa merujuk pada Bristol Stool Chart. Dalam panduan ini, bentuk feses terbagi menjadi tujuh tipe.
Tipe 1: Berbentuk seperti kacang dan terpisah — tanda konstipasi
Tipe 2: Mirip sosis namun keras — juga mengarah pada konstipasi
Tipe 3 dan 4: Bentuk sosis dengan permukaan retak atau halus — ini kondisi ideal
Tipe 5: Lembek seperti marshmallow — masih borderline, perlu perhatian asupan serat
Tipe 6 dan 7: Lembek hingga cair — indikasi diare
Baca Juga
Jika anak Anda berada di tipe 3 atau 4, Anda bisa sedikit lega karena itu menandakan sistem pencernaan bekerja optimal. Namun, tipe lainnya membutuhkan perhatian khusus.
Warna Feses Juga Punya Arti Penting
Tidak hanya bentuk, warna feses juga memberikan sinyal yang tidak kalah penting. Feses berwarna kuning atau oranye umumnya normal, terutama pada bayi yang mengonsumsi ASI atau susu formula.
Ketika anak mulai mengonsumsi MPASI, warna feses bisa berubah menjadi hijau atau cokelat. Kondisi ini masih tergolong wajar karena dipengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi.