Catatan Dahlan Iskan . 29/03/2026, 05:27 WIB
Awalnya saya agak ragu salat di lantai berdebu seperti itu. Ada rasa jijik. Masak dahi ini harus menempel ke debu itu. Sudah terlalu lama biasa salat di masjid ber-AC dan berkarpet tebal di Indonesia. Jijiknya bukan main. Apalagi kaki yang basah oleh air wudu harus menginjak debu di lantai masjid. Muncul jejak-jejak telapak di lantai.
Setelah termangu sejenak saya ingat: inti salat adalah merendahkan hati serendah-rendahnya. Itulah mengapa harus rela menaruh muka yang sering dipakai cari muka ini ke tempat terendah di atas bumi: lantai. Tanah. Debu adalah tanah. Ke lantai berdebu itulah wajah basah ini kusujudkan. "Rasakan," kata saya dalam hati kepada diri sendiri: "carilah muka di situ," kata saya lagi. "Tidak ada lagi tempat mendongakkan kesombongan di situ."
Di situ, di lantai berdebu itu, sujud justru perlu lebih berlama-lama.(Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id