Selama perjalanan, mereka juga menjadi objek penelitian hidup. Kondisi tubuh manusia di luar angkasa, paparan radiasi, hingga perubahan sistem imun akan dipantau secara ketat.
Christina Koch, salah satu spesialis misi, menjelaskan bahwa lingkungan luar angkasa dapat mengubah sistem kekebalan tubuh manusia. Pengalaman ini menjadi penting untuk misi jangka panjang di masa depan.
Mengelilingi Sisi Bulan yang Tak Pernah Terlihat
Puncak dari misi ini adalah saat Orion mengelilingi sisi jauh Bulan, wilayah yang tidak pernah terlihat dari Bumi. Dalam momen tersebut, komunikasi dengan Bumi akan terputus selama sekitar 30 hingga 50 menit.
Ini adalah periode paling menegangkan. Tidak ada kontak, tidak ada bantuan, hanya keheningan luar angkasa. Victor Glover berharap seluruh dunia dapat “berharap dan mendoakan” keselamatan mereka selama fase ini.
Namun di balik ketegangan, ada keindahan luar biasa. Para astronaut akan melihat Bulan dari jarak dekat, sekaligus Bumi sebagai titik kecil di kejauhan. Pemandangan yang hanya pernah dialami oleh segelintir manusia dalam sejarah.
Kembali ke Bumi dengan Risiko Tinggi
Perjalanan pulang tidak kalah berbahaya. Kapsul Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 40.000 km per jam, menghadapi suhu ekstrem yang bisa mencapai ribuan derajat Celsius.
Perisai panas menjadi pelindung utama. Setelah melewati fase paling panas, parasut akan terbuka dan memperlambat kapsul sebelum mendarat di Samudra Pasifik.
Bagi para astronaut, momen melihat parasut mengembang adalah tanda bahwa mereka telah melewati semua bahaya. Itu juga menjadi momen paling emosional bagi keluarga yang menunggu di Bumi.
Langkah Awal Menuju Kehidupan di Bulan
Misi Artemis II bukan tujuan akhir. Ini adalah langkah awal menuju ambisi yang jauh lebih besar: membangun kehadiran manusia secara permanen di Bulan.
Data yang dikumpulkan dari misi ini akan digunakan untuk merancang pendaratan manusia berikutnya, hingga pembangunan pangkalan di permukaan Bulan. Dari sana, manusia akan belajar hidup di dunia lain, sebagai persiapan menuju eksplorasi Mars.
Baca Juga
Dalam skala yang lebih luas, Artemis II menandai perubahan besar dalam cara manusia memandang luar angkasa. Bukan lagi sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi tempat untuk dihuni.