Internasional . 24/03/2026, 11:03 WIB
fin.co.id - Lebih dari 50 tahun sejak manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan, dunia kembali menahan napas. Misi Artemis II menjadi titik balik yang tidak hanya membawa manusia kembali ke orbit Bulan, tetapi juga membuka jalan bagi ambisi yang jauh lebih besar: tinggal di luar Bumi.
Misi ini bukan sekadar perjalanan luar angkasa biasa. Empat astronaut akan terbang lebih dari setengah juta mil, mengelilingi Bulan, lalu kembali ke Bumi dalam waktu sekitar 10 hari. Tidak ada pendaratan kali ini, tetapi setiap detik perjalanan akan menjadi fondasi bagi langkah berikutnya yang lebih berani.
Komandan misi Reid Wiseman pernah menyampaikan, “Ini adalah misi uji coba dan kami siap menghadapi segala kemungkinan… ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa.” Pernyataan itu mencerminkan optimisme sekaligus kesadaran akan risiko besar yang mereka hadapi.
Perjalanan dimulai dari peluncuran roket Space Launch System, kendaraan paling kuat yang pernah dibuat oleh NASA. Dari Kennedy Space Center di Florida, roket setinggi hampir 100 meter itu akan membawa kapsul Orion yang berisi para astronaut menuju luar angkasa.
Peluncuran menjadi fase paling kritis. Sedikit saja kesalahan teknis dapat berakibat fatal. Karena itu, sistem penyelamatan darurat disiapkan untuk memastikan awak bisa keluar dengan cepat jika terjadi kegagalan.
Bagi keluarga astronaut, momen ini adalah perpaduan antara kebanggaan dan ketakutan. Pilot misi Victor Glover menggambarkan situasi tersebut sebagai “momen yang luar biasa sekaligus menegangkan.”
Selama misi berlangsung, keempat astronaut akan hidup dalam kapsul Orion yang ukurannya tidak lebih besar dari sebuah minibus. Di ruang sempit itulah mereka harus bekerja, makan, berolahraga, hingga tidur.
Kehidupan di dalam kapsul menuntut adaptasi ekstrem. Tidak ada privasi, bahkan untuk hal-hal sederhana seperti menggunakan toilet. Namun, kebersamaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun pelatihan menjadi kunci utama.
Astronaut Jeremy Hansen bahkan sempat berkelakar tentang tubuhnya yang tinggi, menyebut dirinya “mungkin mengambil porsi ruang lebih banyak dari yang seharusnya.” Candaan seperti ini menjadi cara mereka menjaga suasana tetap ringan di tengah tekanan besar.
Setelah mengorbit Bumi, misi memasuki fase paling menentukan: trans-lunar injection. Ini adalah momen ketika kapsul Orion meninggalkan gravitasi Bumi dan melaju menuju Bulan.
Keputusan untuk melanjutkan ke fase ini tidak diambil sembarangan. Begitu mesin utama dinyalakan, tidak ada jalan mudah untuk kembali. Para astronaut sepenuhnya bergantung pada sistem yang belum pernah diuji dengan manusia sebelumnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id