Kesehatan . 23/03/2026, 14:52 WIB
fin.co.id - Pernahkah Anda merasa pandangan tiba-tiba gelap atau kepala terasa berputar sesaat setelah bangkit dari posisi duduk atau tidur? Jangan anggap remeh. Kondisi yang sering dianggap sepele ini bisa jadi merupakan sinyal merah dari tubuh Anda. Kliyengan mendadak ini bukan sekadar efek kurang tidur, melainkan gejala medis yang memiliki penjelasan ilmiah serius.
Dalam dunia medis, sensasi pusing saat berdiri tegak dikenal dengan istilah hipotensi ortostatik. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis saat Anda mengubah posisi tubuh. Jika Anda sering mengalaminya, Anda perlu waspada karena hal ini berkaitan erat dengan sistem kardiovaskular dan keseimbangan cairan dalam tubuh yang mungkin sedang terganggu.
Hipotensi ortostatik terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis saat Anda mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke posisi tegak. Secara normal, tubuh akan mengompensasi gravitasi dengan mempercepat detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah. Namun, pada penderita kondisi ini, proses tersebut gagal berjalan mulus.
Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang secara mendadak. Inilah yang menyebabkan Anda merasa limbung, pandangan kabur, hingga risiko pingsan yang fatal. Jika Anda bekerja di gedung tinggi dengan mobilitas cepat, risiko jatuh akibat pusing mendadak tentu menjadi ancaman nyata bagi keselamatan kerja.
Mengapa tubuh gagal memompa darah ke atas saat Anda berdiri? Ada beberapa faktor pemicu yang sering kali luput dari perhatian kita sehari-hari:
1. Dehidrasi Akut: Volume darah akan menurun saat tubuh kekurangan cairan. Hal ini membuat jantung bekerja ekstra keras namun gagal mengirimkan oksigen yang cukup ke otak saat posisi tubuh berubah. Jangan heran jika kurang minum air putih membuat Anda sering merasa melayang.
2. Gangguan Jantung: Kondisi seperti detak jantung yang sangat lambat (bradikardia), masalah katup jantung, hingga gagal jantung dapat mencegah tubuh merespons dengan cepat saat Anda berdiri tegak.
3. Masalah Endokrin: Penyakit tiroid, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), dan gula darah rendah (hipoglikemia) sering kali menjadi dalang di balik keluhan pusing ini. Penderita diabetes juga berisiko tinggi karena kerusakan saraf yang mengatur tekanan darah.
4. Efek Samping Obat-obatan: Penggunaan obat darah tinggi (diuretik atau penghambat beta), obat antikecemasan, dan beberapa jenis antidepresan sering kali memiliki efek samping berupa penurunan tekanan darah mendadak.
Anda mungkin berpikir pusing ini akan hilang sendiri dalam hitungan detik. Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang sering mengalami hipotensi ortostatik memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dan gangguan kognitif di masa depan. Penurunan aliran darah ke otak yang terjadi berulang kali dapat merusak jaringan saraf secara halus namun pasti.
Selain itu, risiko cedera fisik akibat terjatuh sangatlah besar. Bayangkan jika Anda kehilangan keseimbangan saat berada di dekat tangga atau saat sedang mengemudi. Ini bukan lagi soal rasa tidak nyaman, tapi soal keselamatan nyawa.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id