News . 20/03/2026, 10:50 WIB
fin.co.id - Tahun 2026 menandai sebuah perubahan menarik dalam laporan World Happiness Report. Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, sebuah negara Amerika Latin berhasil menembus posisi lima besar, yaitu Costa Rica, yang melonjak dari peringkat 23 pada 2023 menjadi keempat.
Laporan ini, yang disusun oleh Gallup, Oxford Wellbeing Research Centre, dan UN Sustainable Development Solutions Network, menilai kebahagiaan berdasarkan rata-rata tiga tahun tentang bagaimana warga menilai kehidupan mereka, serta faktor-faktor seperti PDB, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan, kemurahan hati, dan tingkat korupsi.
Fenomena ini menegaskan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal ekonomi atau pembangunan infrastruktur, melainkan kombinasi antara komunitas, kebebasan pribadi, dan kedekatan dengan alam. Berikut lima negara paling bahagia di 2026 beserta alasan mengapa mereka menempati posisi tersebut.
Finlandia kembali menduduki peringkat pertama, posisi yang telah diraih sembilan dari sepuluh tahun terakhir. Keunggulan negara ini terletak pada dukungan sosial yang kuat dan rendahnya korupsi. Warga merasakan keamanan dan kepercayaan tinggi terhadap sesama. Olli Salo, pendiri perusahaan Skimle di Helsinki, menyatakan, “Anak-anak bisa berjalan ke sekolah sejak usia tujuh, Anda tidak merasa terancam saat pulang, dan jika seseorang membuat janji, Anda percaya janji itu ditepati.”
Selain itu, Finlandia memiliki jaringan layanan publik berkualitas tinggi, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, yang dianggap warga sebagai investasi sepadan dengan pajak tinggi. Mayor Helsinki, Daniel Sazonov, menekankan bahwa kedekatan dengan alam memberikan kebahagiaan tambahan: “Dalam beberapa menit, Anda bisa sampai ke laut, taman, atau hutan untuk berjalan santai.”
Pengunjung disarankan merasakan budaya sauna Finlandia dan menjelajahi perpustakaan Oodi yang ikonik di Helsinki. Bagi yang ingin pengalaman lebih ekstrem, utara Finlandia menawarkan kesempatan menyaksikan Aurora Borealis dari kabin musim dingin yang tenang.
Islandia menempati peringkat kedua, melampaui Denmark untuk pertama kali sejak 2014. Dengan populasi sekitar 400.000, negara ini unggul dalam dukungan sosial, GDP per kapita, harapan hidup sehat, dan kemurahan hati. Sejarah isolasi memaksa masyarakatnya hidup bergotong-royong, membentuk budaya saling membantu yang melekat hingga kini.
Bryndís Björnsdóttir, direktur Laugarás Lagoon di Reykjavík, menekankan pentingnya menghargai momen kecil: “Kopi yang enak, kolam hangat, dan waktu bersama teman menjadi sumber kebahagiaan.” Pengunjung dianjurkan menikmati udara segar, lanskap terbuka, dan makanan laut segar. Program “Live like an Icelander” bahkan mengajarkan filosofi lokal, “Þetta reddast” – semuanya akan baik-baik saja.
Denmark menempati peringkat ketiga, dikenal dengan tingkat dukungan sosial tinggi dan korupsi rendah. Kehidupan bahagia di sini lebih soal kepercayaan dalam masyarakat daripada ekspresi kebahagiaan yang jelas. Warga menghargai sistem pendidikan yang inklusif dan partisipasi dalam kehidupan komunitas.
Copenhagen yang bersih dengan jalur air yang digunakan untuk berenang, kayak, dan paddleboard, menunjukkan keseimbangan antara urbanisasi dan kehidupan santai. Ribe, kota tertua Denmark, menekankan pentingnya interaksi antarwarga sejak anak-anak, memperkuat rasa komunitas dan solidaritas.
Menjadi negara Amerika Latin pertama di lima besar, Costa Rica menempati posisi keempat. Kebahagiaan warga lebih banyak dipengaruhi oleh kebebasan membuat pilihan hidup dan dukungan komunitas daripada ekonomi semata. Adrian Hunt, seorang digital nomad di Las Catalinas, menyatakan, “Komunitas, komunitas, komunitas. Hidup sehat, di luar rumah, dan bertetangga menjadi sumber kebahagiaan.”
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id