Banjir Dahsyat Terjang Kenya, Puluhan Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

fin.co.id - 16/03/2026, 09:21 WIB

Banjir Dahsyat Terjang Kenya, Puluhan Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

Banjr di Nairobi. Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Hujan deras yang mengguyur Kenya selama beberapa hari terakhir memicu banjir besar di berbagai wilayah, terutama di ibu kota Nairobi. Bencana ini menyebabkan sedikitnya 66 orang meninggal dunia dalam sepekan terakhir, sementara ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Otoritas setempat menyebutkan bahwa curah hujan ekstrem membuat sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Air yang datang secara tiba-tiba juga merusak jalan, jaringan listrik, serta fasilitas air bersih di berbagai kawasan.

Di Nairobi, banjir menjadi yang paling parah. Banyak jalan utama terendam air sehingga aktivitas masyarakat lumpuh. Beberapa jembatan mengalami kerusakan akibat derasnya arus air yang membawa material lumpur dan puing-puing.

Petugas kepolisian menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Banyak warga dilaporkan masih terjebak di daerah yang terendam banjir.

Warga Dievakuasi dan Operasi Penyelamatan Berlangsung

Tim penyelamat dari Palang Merah Kenya dan aparat keamanan dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak. Salah satu operasi dramatis terjadi ketika sebuah minibus angkutan umum yang dikenal sebagai matatu terjebak di jalan yang tiba-tiba tergenang air. Sebanyak 11 penumpang berhasil diselamatkan sebelum kendaraan tersebut terseret arus.

Selain itu, dua anak kecil juga berhasil diselamatkan dari sebuah rumah yang hampir sepenuhnya terendam banjir.

Pemerintah Kenya menyebut lebih dari 2.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banyak keluarga kehilangan harta benda karena rumah mereka terendam air atau rusak akibat arus banjir.

Kementerian Dalam Negeri Kenya memperingatkan bahwa hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Karena itu, warga yang tinggal di daerah dataran rendah diminta segera mengungsi jika kondisi memburuk.

Nairobi Jadi Wilayah dengan Dampak Terparah

Data sementara menunjukkan bahwa setengah dari korban tewas berasal dari Nairobi. Banjir di kota ini dinilai semakin parah karena sistem drainase yang tidak memadai serta pembangunan yang tidak terkendali di sekitar aliran sungai.

Sejumlah warga mengeluhkan buruknya infrastruktur yang menyebabkan air sulit mengalir ketika hujan deras turun. Beberapa kawasan bahkan terendam air hingga mencapai dua meter.

Seorang warga kawasan Parklands, Kareem Hassan Ali, mengatakan air sempat menggenangi area di sekitar apartemennya hingga setinggi dua meter pada Sabtu malam.

Ia menjelaskan bahwa mobil-mobil yang diparkir di area parkir bawah tanah sempat terendam air. Meski apartemennya tidak sampai kemasukan air, kerusakan tetap terjadi di sejumlah fasilitas.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID