Menurut Clerc, biaya pengiriman peti kemas standar dapat meningkat sekitar 15 hingga 20 persen akibat situasi tersebut. Kenaikan ini berpotensi memperburuk tekanan inflasi global yang sudah tinggi sejak beberapa tahun terakhir.
Kenaikan biaya logistik biasanya tidak langsung terasa oleh konsumen, tetapi efeknya akan muncul dalam harga barang sehari-hari seperti pakaian, mainan, elektronik, hingga bahan makanan.
Dampak Besar pada Rantai Pasok Dunia
Gangguan jalur pelayaran juga memicu masalah baru dalam rantai pasok global. Banyak perusahaan tidak lagi menerima pengiriman tepat waktu seperti biasanya.
Beberapa negara di kawasan Timur Tengah bahkan menghadapi risiko kekurangan pasokan karena wilayah tersebut sangat bergantung pada impor pangan.
Clerc menyebut kondisi ini sebagai situasi yang “sangat mengganggu” karena logistik makanan menjadi lebih sulit diatur.
Jika kapal tertahan di pelabuhan atau terpaksa menempuh rute yang lebih panjang, makanan dan barang penting lainnya bisa terlambat sampai ke pasar.
Perusahaan logistik memang mencoba mencari solusi alternatif, seperti memanfaatkan jalur darat menggunakan truk atau kereta. Namun kapasitas transportasi darat tidak dapat menggantikan volume pengiriman yang biasanya dilakukan melalui laut.
Seruan Diplomasi untuk Memulihkan Perdagangan
Di tengah meningkatnya risiko konflik, para pelaku industri pelayaran berharap adanya solusi diplomatik.
Clerc menilai bahwa kesepakatan antara negara-negara yang terlibat konflik merupakan satu-satunya cara realistis untuk memulihkan keamanan jalur perdagangan global.
Ia menegaskan bahwa perlindungan militer dari armada laut Barat mungkin hanya memberikan solusi sementara, tetapi tidak dapat menjadi jawaban permanen bagi keamanan pelayaran dunia.
Baca Juga
Menurutnya, kebebasan navigasi dan pelayaran damai merupakan syarat utama agar ekonomi global tetap berjalan stabil.
Jika konflik terus berlanjut dan jalur perdagangan utama tetap terganggu, dampaknya bisa terasa di seluruh dunia, mulai dari harga energi, biaya transportasi, hingga harga barang kebutuhan sehari-hari.