Perang Iran Lumpuhkan Jalur Pelayaran Penting, Picu Lonjakan Harga Barang Dunia

fin.co.id - 11/03/2026, 08:13 WIB

Perang Iran Lumpuhkan Jalur Pelayaran Penting, Picu Lonjakan Harga Barang Dunia

Harga Barang Dunia, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Konflik militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai menimbulkan dampak besar terhadap perdagangan global. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah jalur pelayaran internasional, terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat distribusi energi dan barang dunia.

Gangguan pada jalur pelayaran utama membuat biaya pengiriman melonjak tajam. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada harga barang yang dibayar konsumen di berbagai negara.

Peringatan tersebut disampaikan oleh CEO perusahaan pelayaran raksasa dunia, Maersk, Vincent Clerc, dalam wawancara eksklusif dengan BBC. Ia menegaskan bahwa kenaikan biaya operasional di sektor pelayaran hampir pasti akan diteruskan kepada pelanggan dan pada akhirnya kepada masyarakat.

Menurutnya, sistem kontrak industri pelayaran memang memungkinkan perubahan biaya bahan bakar dan operasional langsung dibebankan kepada pengguna jasa pengiriman.

“Kami memiliki mekanisme kontrak yang secara otomatis meneruskan fluktuasi biaya bahan bakar kepada pelanggan. Artinya, kenaikan biaya ini pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen,” ujar Clerc.

Jalur Pelayaran Global Terhenti

Konflik yang meningkat di kawasan Teluk Persia membuat salah satu jalur pelayaran terpenting dunia berada dalam kondisi nyaris lumpuh.

Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadi titik krusial perdagangan energi dunia. Jalur ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global setiap hari, sehingga gangguan kecil sekalipun dapat mengguncang pasar energi dan logistik internasional.

Seiring meningkatnya serangan dan ancaman militer di kawasan tersebut, banyak kapal dagang memilih menghindari rute ini. Beberapa perusahaan pelayaran bahkan menghentikan sementara perjalanan mereka demi keselamatan awak kapal dan aset perusahaan.

Akibatnya, banyak kapal terpaksa mengambil jalur alternatif yang jauh lebih panjang, seperti mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Perubahan rute ini membuat perjalanan menjadi lebih lama dan biaya bahan bakar meningkat drastis.

Biaya Pengiriman Melonjak Tajam

Ketegangan militer juga memicu lonjakan biaya lain dalam industri pelayaran, terutama premi asuransi kapal dan tarif pengangkutan.

Perusahaan asuransi maritim meningkatkan biaya perlindungan kapal yang melewati kawasan konflik. Premi risiko perang untuk kapal yang beroperasi di Teluk Persia meningkat signifikan karena ancaman serangan dan penyitaan kapal oleh pihak-pihak yang terlibat konflik.

Selain itu, beberapa perusahaan pelayaran mulai mengenakan biaya tambahan kepada pelanggan untuk menutup risiko keamanan dan kenaikan bahan bakar.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID