Risiko Mengerikan Kurang Minum Saat Sahur yang Sering Disepelekan

fin.co.id - 10/03/2026, 13:22 WIB

Risiko Mengerikan Kurang Minum Saat Sahur yang Sering Disepelekan

Jangan sepelekan kurang minum saat sahur! Bahaya dehidrasi mengintai ginjal dan fokus Anda.

fin.co.id - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga ujian hidrasi bagi tubuh. Banyak dari kita yang terlalu fokus pada menu makanan berat saat sahur, namun melupakan asupan cairan yang krusial. Padahal, mengabaikan hidrasi sebelum imsak bisa menjadi bumerang bagi kesehatan kamu selama belasan jam ke depan. Efeknya tidak main-main, mulai dari sakit kepala hebat hingga risiko penurunan fungsi organ dalam yang fatal.

Mengapa minum air putih dalam jumlah cukup saat sahur begitu vital? Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air. Ketika kamu berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan eksternal untuk menggantikan cairan yang keluar melalui urine, keringat, dan pernapasan. Jika tabungan air kamu saat sahur sangat minim, kamu secara sukarela menjebloskan diri ke dalam kondisi dehidrasi yang menyiksa.

Daftar Risiko Mengerikan Akibat Kurang Minum

Berikut adalah beberapa dampak kesehatan yang harus kamu waspadai jika masih membandel kurang minum saat sahur:

1. Penurunan Fungsi Kognitif dan Sakit Kepala Hebat

Otak sangat sensitif terhadap kehilangan cairan. Kekurangan air sebanyak 1-2% saja dari berat tubuh dapat mengganggu suasana hati dan memicu migrain yang menyiksa. Jika kamu sering merasa pusing berdenyut saat jam 2 siang, kemungkinan besar itu adalah sinyal protes dari otak kamu yang kekeringan.

2. Ancaman Infeksi Saluran Kemih dan Batu Ginjal

Ini adalah risiko yang paling ditakuti. Air berfungsi membilas racun dan limbah melalui urine. Saat asupan cairan rendah, urine menjadi sangat pekat dan asam. Kondisi ini menjadi lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak, yang memicu Infeksi Saluran Kemih (ISK). Dalam jangka panjang, kristalisasi mineral dalam urine yang pekat akan membentuk batu ginjal yang sangat menyakitkan.

3. Gangguan Pencernaan dan Sembelit

Air membantu melancarkan pergerakan usus. Kurang minum saat sahur membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Alih-alih merasa bugar saat berpuasa, kamu justru akan merasa perut begah dan tidak nyaman seharian akibat sembelit kronis.

Strategi Minum yang Benar: Pola 2-4-2

Agar tetap terhidrasi maksimal, jangan minum air dalam jumlah banyak sekaligus dalam satu waktu. Tubuh memiliki batas penyerapan cairan. Gunakan metode yang direkomendasikan para ahli kesehatan, yaitu pola 2-4-2:

  • 2 Gelas saat Berbuka: Satu gelas saat membatalkan puasa dan satu gelas setelah makan tajil atau sebelum makan berat.
  • 4 Gelas saat Malam Hari: Cicil konsumsi air putih mulai dari setelah salat Magrib, setelah makan malam, setelah Tarawih, hingga sebelum tidur.
  • 2 Gelas saat Sahur: Satu gelas saat bangun tidur atau sebelum makan sahur, dan satu gelas lagi tepat sebelum waktu imsak tiba.

Pastikan air yang kamu konsumsi adalah air mineral alami, bukan minuman manis atau berkafein. Kopi dan teh bersifat diuretik, yang artinya justru memicu tubuh untuk lebih sering buang air kecil dan membuang cairan lebih cepat.

Solusi Cerdas Agar Tidak Gampang Haus

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern