Internasional . 10/03/2026, 11:41 WIB
fin.co.id - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal di Asia setelah sebelumnya melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan akan berakhir dalam waktu yang tidak lama.
Sebelumnya, pasar energi global sempat diguncang lonjakan harga minyak yang mendekati 120 dolar per barel. Lonjakan ini terjadi karena kekhawatiran bahwa konflik di kawasan tersebut dapat mengganggu pasokan minyak dari salah satu wilayah produksi energi paling penting di dunia.
Ketika pernyataan Trump muncul bahwa operasi militer sudah “sangat lengkap” dan konflik bisa segera selesai, sentimen pasar berubah dengan cepat. Harga minyak yang sebelumnya melesat langsung mengalami koreksi pada sesi perdagangan berikutnya.
Kawasan Timur Tengah merupakan pusat produksi energi global. Ketika konflik militer meningkat di wilayah ini, pasar langsung bereaksi karena risiko gangguan pasokan minyak sangat besar.
Ketegangan terbaru memicu kekhawatiran bahwa jalur distribusi energi utama dunia dapat terganggu. Salah satu titik paling krusial adalah Strait of Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Selat ini menjadi rute utama bagi pengiriman minyak dari negara-negara produsen besar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Diperkirakan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.
Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan kawasan tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak secara cepat di pasar global.
Pasar komoditas energi dikenal sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Tidak hanya peristiwa militer yang mempengaruhi harga, tetapi juga pernyataan para pemimpin politik.
Dalam kasus terbaru ini, komentar Trump yang menyebut konflik dapat segera berakhir dianggap sebagai sinyal bahwa risiko gangguan pasokan energi mungkin tidak berlangsung lama. Hal ini membuat sebagian investor mulai melepas posisi spekulatif yang sebelumnya mendorong harga minyak naik tajam.
Akibatnya, harga minyak yang sempat mendekati 120 dolar per barel mulai bergerak turun kembali pada perdagangan berikutnya.
Meskipun harga minyak turun, banyak analis memperingatkan bahwa pasar energi masih menghadapi ketidakpastian besar. Konflik yang melibatkan negara-negara besar di Timur Tengah dapat berubah dengan cepat dan memicu eskalasi baru.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id