Kebijakan ini sejalan dengan tradisi diplomasi Sri Lanka yang sejak lama menjalankan prinsip non-blok, yaitu menjaga jarak dari konflik antara kekuatan besar dunia.
Ketegangan Konflik Meluas ke Samudra Hindia
Penenggelaman kapal perang Iran di dekat Sri Lanka menunjukkan bahwa konflik yang sebelumnya berpusat di Timur Tengah kini mulai berdampak hingga ke kawasan Samudra Hindia.
Perairan di sekitar Sri Lanka merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan global. Karena itu, setiap insiden militer di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan keamanan jalur laut internasional.
Selain mengevakuasi awak kapal Iran kedua, Angkatan Laut Sri Lanka juga melakukan operasi pencarian terhadap sejumlah awak kapal dari IRIS Dena yang masih dinyatakan hilang setelah kapal tersebut tenggelam.
Kesimpulan
Peristiwa yang terjadi di dekat Sri Lanka memperlihatkan bagaimana konflik internasional dapat dengan cepat meluas ke wilayah yang jauh dari pusat konflik utama. Penenggelaman frigat Iran oleh Amerika Serikat dan langkah Sri Lanka mengambil alih kapal Iran lainnya menunjukkan kompleksitas geopolitik di kawasan Samudra Hindia.
Sri Lanka berusaha mempertahankan posisi netral sekaligus menjalankan kewajiban kemanusiaan dengan mengevakuasi para awak kapal serta mengamankan kapal yang meminta bantuan. Namun situasi ini juga menegaskan bahwa negara-negara di jalur strategis perdagangan laut dapat dengan mudah terdampak oleh eskalasi konflik global.
Referensi:
BBC News – Sri Lanka takes control of second Iranian vessel a day after US sinks warship
Al Jazeera – Sri Lanka evacuates crew of second Iranian vessel after US sunk IRIS Dena
Reuters – Sri Lanka offloads 208 crew members from second Iranian ship a day after US strike sinks frigate