Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari. Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).
"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," kata Widyaswendra.
Pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan dengan lancar.
Selama libur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan.
"Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," serunya.
Peningkatan Perdagangan
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran.
Menurutnya, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat bisa menyentuh kisaran 25 persen.
"Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," ucap Frans.
Menurut Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan lebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat.
Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya antrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut.
Baca Juga
Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan tren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju perputaran ekonomi.
Bahkan dia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen.
"Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan," tandasnya.