Internasional . 03/03/2026, 09:07 WIB

Perang Iran Picu Kekacauan Penerbangan, Ribuan Penumpang Terlantar

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Langit Timur Tengah berubah menjadi zona ketidakpastian. Serangan balasan Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan Teluk. Ribuan penerbangan dibatalkan, sementara ratusan ribu penumpang terjebak tanpa kepastian jadwal keberangkatan.

Data dari layanan pelacakan penerbangan menunjukkan lebih dari 4.000 penerbangan per hari dibatalkan di kawasan tersebut. Dampaknya tidak hanya terasa di negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, tetapi juga menjalar ke Eropa, Asia, hingga Australia.

Wilayah Udara Ditutup, Maskapai Hentikan Operasi

Penutupan ruang udara Qatar menjadi salah satu titik krusial. Maskapai nasional negara itu, Qatar Airways, mengumumkan seluruh operasionalnya ditangguhkan sementara hingga otoritas penerbangan sipil menyatakan situasi aman.

Di Uni Emirat Arab, Etihad Airways menghentikan layanan reguler dari Abu Dhabi. Beberapa penerbangan repatriasi dan kargo diizinkan beroperasi dengan persetujuan khusus. Sementara itu, Emirates menyatakan hanya penerbangan terbatas yang diizinkan berangkat dari Dubai International dan Dubai World Central.

Maskapai-maksapai lain memilih mengalihkan rute atau membatalkan jadwal sepenuhnya. Jalur udara yang biasanya padat di atas Teluk Persia kini nyaris kosong, kecuali penerbangan darurat atau penerbangan dengan izin khusus.

Seorang penumpang yang terjebak di Abu Dhabi menggambarkan suasana bandara sebagai “kacau dan penuh ketidakpastian.” Ia mengaku sirene sempat berbunyi dan pesan peringatan dikirim ke ponsel penumpang untuk menjauh dari jendela akibat potensi serangan rudal.

Ribuan Penumpang Terjebak Tanpa Kepastian

Di Doha, seorang warga Inggris yang hendak melanjutkan perjalanan dari Melbourne ke Venesia mengaku pesawatnya dipaksa berbalik arah di udara. Ia dan ratusan penumpang lain menunggu lebih dari 15 jam sebelum dipindahkan ke hotel, bahkan sempat berlindung di area bawah tanah akibat ledakan di sekitar kota.

Situasi serupa terjadi di berbagai bandara utama kawasan, termasuk Dubai dan Abu Dhabi. Banyak penumpang yang tidak menerima informasi jelas mengenai jadwal ulang penerbangan. Maskapai meminta pelanggan tidak datang ke bandara kecuali telah menerima konfirmasi resmi.

Lebih dari 100.000 warga Inggris dilaporkan telah mendaftarkan keberadaan mereka di Timur Tengah kepada pemerintah Inggris. Menteri Luar Negeri Inggris menyebut situasi ini sebagai “sangat menegangkan” bagi para pelancong dan pelaku bisnis yang tertahan.

Dampak Global dan Efek Berantai

Gangguan ini tidak berhenti di Timur Tengah. Konsultan perjalanan internasional melaporkan bahwa bandara di São Paulo hingga Eropa mengalami penumpukan pesawat karena tidak dapat melanjutkan rute menuju kawasan konflik.

Penerbangan yang biasanya melintasi Teluk kini harus memutar melalui rute lebih panjang, seperti melewati Afrika atau Asia Tengah. Perubahan ini meningkatkan biaya operasional maskapai, memperpanjang waktu tempuh, dan memperketat kapasitas kursi di rute alternatif.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id