Dunia kini memelototi Selat Hormuz. Jika jalur ini tidak aman, pasokan minyak dunia akan terganggu hebat mengingat seperlima perdagangan minyak global melewati selat tersebut. Perusahaan pelayaran bahkan sudah mulai menghentikan aktivitas di Terusan Suez, yang bisa memicu lonjakan harga barang secara internasional.
Jika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz—jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia—maka pasar energi global dipastikan akan mengalami guncangan hebat.
5. Pintu Diplomasi yang Masih Terbuka Tipis
Meski perang berkecamuk, jalur diplomasi belum sepenuhnya mati. Di tengah desing peluru, secercah harapan diplomasi masih coba diupayakan. Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi masih berupaya menjadi jembatan negosiasi. Badr al-Busaidi yang selama ini menjadi mediator, menegaskan bahwa pintu negosiasi harus tetap terbuka.
"Perang tidak boleh memadamkan harapan akan perdamaian," tulisnya melalui akun media sosial X.
Kabar mengejutkan juga datang dari Gedung Putih, di mana seorang pejabat senior menyebut adanya sinyal dari "kepemimpinan baru" di Iran yang mungkin terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat.
Saat ini, Iran telah membentuk dewan pemerintahan sementara dan bersiap menunjuk pemimpin tertinggi yang baru. Dunia kini menanti dengan cemas, apakah jalur diplomasi mampu meredam "kotak pandora" yang telah terbuka ini, atau justru Timur Tengah akan tenggelam dalam perang yang jauh lebih luas.