Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Hujan memang masih turun dari langit, tapi petirnya datang dari bumi: Bumi DPR Senayan. "Impor mobil dari India agar ditunda dulu", ujar Wakil Ketua DPR Prof Dr Sufmi Dasco Ahmad, dua hari lalu.

Petir India
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Padahal mobilnya sudah akan tiba. Tidak mungkin disimpan begitu saja di gudang. Itu sangat bertentangan dengan disiplin keuangan: terkait ROI. Berarti segera pula dibagi ke koperasi. Sebelum lebaran ini.

Terlalu pusing saya memikirkan: akan dipakai mengangkut apa mobil itu. Agar hasil angkutnya bisa untuk biaya oprasional dan mengembalikan modal.

Masih ada pertanyaan ini: kalau PT Agrinas membagikan mobil itu ke Koperasi Desa Merah Putih, akad serah terimanya bagaimana? Hibah? Pinjaman? Setoran modal?

Benar-benar pusing.

Lalu: apa hubungan hukum PT Agrinas Pangan dengan Koperasi Desa Merah Putih hingga bisa membeli mobil untuk mereka?

Pusing.

Setidaknya saya terhibur: ternyata Joao masih tetap jadi dirut PT Angrinas Pangan Nusantara. (Dahlan Iskan)

Berita Terkait