fin.co.id - Upaya penyelamatan korban banjir di selatan Peru berubah menjadi tragedi setelah sebuah helikopter militer jatuh saat menjalankan misi kemanusiaan.
Sebanyak 15 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk tujuh anak-anak, ketika pesawat kehilangan kontak radio dan kemudian ditemukan dalam kondisi hancur.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Arequipa, kawasan yang dalam beberapa hari terakhir dilanda hujan deras dan banjir bandang.
Sungai meluap, tanah longsor menutup akses jalan, dan permukiman warga terendam air bercampur lumpur. Di tengah kondisi darurat itulah helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
Helikopter Hilang Kontak Saat Jalankan Misi Dukungan
Menurut laporan dari BBC News, Angkatan Udara Peru menyatakan bahwa helikopter jenis Mi-17 tersebut kehilangan kontak radio saat beroperasi di wilayah terdampak banjir.
Pesawat diketahui sedang terbang dari Pisco menuju Chala untuk menjalankan misi dukungan kemanusiaan.
Tim penyelamat menemukan puing-puing helikopter di distrik Chala pada hari berikutnya. Seluruh 11 penumpang dan empat awak dinyatakan meninggal dunia.
Di antara korban terdapat anak berusia tiga tahun. Media lokal juga melaporkan bahwa beberapa personel militer membawa anggota keluarga dalam penerbangan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Angkatan Udara Peru menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Baca Juga
Mereka menyebut kehilangan tersebut sebagai kerugian yang tidak tergantikan bagi keluarga, sahabat, dan seluruh anggota Angkatan Udara.
Banjir Bandang Lumpuhkan Wilayah Arequipa
Hujan deras yang mengguyur wilayah Arequipa memicu banjir besar serta longsor di berbagai titik. Jalan-jalan dipenuhi lumpur dan puing, pohon tumbang, dan rumah-rumah warga rusak parah. Beberapa bangunan bahkan dinyatakan tidak layak huni.
Rekaman yang beredar memperlihatkan arus lumpur mengalir deras melalui kawasan permukiman, sementara air masuk ke dalam rumah warga.
Situasi ini memaksa banyak keluarga mengungsi. Gubernur regional Arequipa, Rohel Sanchez, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah meminta dukungan tambahan dari pemerintah pusat karena skala kerusakan yang luas.
Selain kecelakaan helikopter, laporan juga menyebutkan adanya korban jiwa lain akibat dampak badai, termasuk seorang perempuan lanjut usia yang terseret arus banjir dan seorang pria yang tewas tersambar petir. Kondisi ini memperlihatkan betapa ekstremnya cuaca yang melanda wilayah tersebut.
Investigasi dan Evaluasi Keselamatan
Pihak berwenang Peru telah meluncurkan penyelidikan resmi untuk menentukan penyebab kecelakaan. Faktor cuaca buruk menjadi salah satu kemungkinan yang akan diteliti secara mendalam, mengingat operasi dilakukan di tengah hujan deras dan kondisi visibilitas yang menurun.
Kecelakaan ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi personel penyelamat dalam menjalankan tugas di area bencana. Mereka bekerja dalam tekanan waktu, medan sulit, serta ancaman cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Tragedi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir. Misi yang seharusnya membawa harapan justru berakhir dengan kehilangan besar.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan atas insiden ini sekaligus memperkuat prosedur keselamatan dalam operasi darurat di masa mendatang.
Referensi:
Fifteen killed after helicopter crashes during Peru flood rescue - BBC News