Artinya:
“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berikanlah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Lindungilah aku bersama orang-orang yang Engkau lindungi. Berkahilah apa yang Engkau anugerahkan kepadaku. Jauhkanlah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau tolong. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan kami.”
Makna dan Keutamaan Doa Qunut
Doa qunut bukan sekadar bacaan rutin, melainkan rangkuman permohonan paling lengkap.
Di dalamnya terdapat harapan akan:
- Hidayah dan keteguhan iman
- Kesehatan jasmani dan rohani
- Perlindungan dari keburukan takdir
- Keberkahan rezeki dan kehidupan
Momentum pertengahan hingga akhir Ramadan sering kali menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa, mengingat sepuluh malam terakhir menyimpan peluang meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Perbedaan Bacaan Imam dan Makmum
Dalam salat berjamaah, terdapat sedikit perbedaan redaksi. Imam biasanya mengganti kata ganti tunggal menjadi bentuk jamak, misalnya dari “-ni” (aku) menjadi “-na” (kami).
Sementara itu, makmum cukup mengucapkan “Aamiin” pada setiap bagian doa yang dibacakan.
Hal ini menunjukkan kebersamaan dalam bermunajat dan memohon rahmat Allah SWT.
Hadirnya qunut di separuh akhir Ramadan seakan menjadi pengingat bahwa bulan suci hampir mencapai garis akhir.
Ini adalah momen untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak istighfar, dan memperkuat harapan akan ampunan.
Banyak ulama menganjurkan agar umat Muslim tidak menyia-nyiakan malam-malam terakhir Ramadan.
Baca Juga
Selain memperbanyak salat dan sedekah, doa qunut menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang sarat makna.