Internasional . 20/02/2026, 10:21 WIB
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengarahkan lembaga-lembaga pemerintah, termasuk Departemen Pertahanan, untuk memulai proses identifikasi dan pelepasan dokumen resmi terkait alien, kehidupan ekstraterestrial, serta fenomena udara tak teridentifikasi atau UAP.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social setelah meningkatnya perhatian publik terhadap isu alien dan UFO. Trump menyebut bahwa tingginya minat masyarakat menjadi salah satu alasan pemerintah perlu mulai mengidentifikasi serta membuka arsip yang berkaitan dengan topik tersebut.
Saat berbicara kepada wartawan di Air Force One, Trump mengatakan dirinya tidak memiliki kepastian mengenai keberadaan alien. “Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” ujarnya. Namun ia menambahkan bahwa pemerintah akan “memulai proses” untuk merilis file yang berkaitan dengan alien, kehidupan ekstraterestrial, UAP dan UFO.
Langkah ini muncul setelah pernyataan mantan Presiden AS Barack Obama dalam sebuah podcast yang dirilis pekan lalu. Dalam sesi tanya jawab cepat, Obama mengatakan, “Mereka nyata, tetapi saya belum pernah melihatnya, dan mereka tidak disembunyikan di Area 51.”
Ia juga menyebut tidak ada fasilitas bawah tanah rahasia yang menyembunyikan makhluk luar angkasa dari presiden Amerika Serikat. Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan luas di media dan publik.
Trump menilai komentar itu tidak semestinya disampaikan oleh mantan presiden, dengan mengatakan bahwa Obama “tidak seharusnya melakukan itu” dan menyebutnya sebagai “kesalahan besar.” Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa Obama menggunakan informasi rahasia dalam pernyataannya.
Dalam klarifikasi lanjutan melalui media sosial, Obama menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah kemungkinan statistik adanya kehidupan di luar bumi, mengingat luasnya alam semesta. Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya tidak ada bukti bahwa makhluk luar angkasa pernah melakukan kontak dengan manusia.
Istilah UAP atau Unidentified Aerial Phenomena kini lebih sering digunakan pemerintah AS dibandingkan UFO. Pergeseran istilah ini bertujuan memberi pendekatan yang lebih netral dan investigatif terhadap laporan objek terbang tak dikenal.
Pada 2023, DPR Amerika Serikat menggelar sidang publik mengenai fenomena anomali tak teridentifikasi. Sidang tersebut tidak menghasilkan konfirmasi mengenai keberadaan alien, tetapi mendorong diskusi lebih luas mengenai transparansi pemerintah dalam menangani laporan UAP.
Sejumlah laporan resmi yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir juga tidak menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa, meskipun beberapa insiden tetap dikategorikan belum teridentifikasi secara pasti.
Rencana pembukaan dokumen yang disebutkan Trump masih berada pada tahap awal. Proses identifikasi dan deklasifikasi dokumen di Amerika Serikat biasanya melibatkan peninjauan keamanan nasional untuk memastikan tidak ada informasi sensitif yang dapat membahayakan kepentingan negara.
Hingga kini belum ada rincian mengenai jadwal pasti, jumlah dokumen, atau batasan ruang lingkup arsip yang akan dirilis. Pemerintah juga belum mengumumkan mekanisme teknis terkait proses tersebut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id