Internasional . 20/02/2026, 11:38 WIB

AS dan Indonesia Sepakati Tarif Impor 19 Persen, Babak Baru Hubungan Dagang Dimulai

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Amerika Serikat dan Indonesia menyatakan telah merampungkan kesepakatan dagang yang menurunkan tarif impor AS atas produk Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen. Pemerintah kedua negara menyebut perjanjian ini sebagai langkah baru dalam hubungan ekonomi bilateral.

Kesepakatan diumumkan saat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berada di Washington untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang dipimpin Presiden AS, Donald Trump.

Isi Utama Kesepakatan

Pemerintah AS menyatakan Indonesia akan mengurangi hambatan perdagangan terhadap lebih dari 99 persen produk asal Amerika Serikat. Sektor yang tercakup antara lain pertanian, layanan kesehatan, hasil laut, teknologi, serta produk otomotif.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Washington juga memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah produk Indonesia, termasuk beberapa jenis tekstil yang menggunakan bahan baku dari AS. Selain itu, Indonesia disebut memperoleh pengecualian tarif untuk lebih dari 1.700 barang, seperti kopi, rempah-rempah, cokelat, karet alam, dan minyak sawit.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan perjanjian ini akan “mengurangi hambatan perdagangan dan mendorong kepentingan rakyat Amerika.” Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan sekitar 90 persen permintaan Indonesia terkait ketentuan tarif telah diterima oleh pihak AS.

Airlangga menambahkan visi kesepakatan ini adalah “kemakmuran ekonomi bersama, rantai pasok yang kuat, dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.”

Standar Produk dan Kerja Sama Mineral

Gedung Putih juga menyebut Indonesia akan menerima standar AS di sejumlah bidang, termasuk keselamatan kendaraan, emisi, perangkat medis, dan farmasi. Langkah ini dimaksudkan untuk mempermudah akses produk Amerika ke pasar Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia akan memfasilitasi keterlibatan perusahaan AS dalam pengembangan infrastruktur logam tanah jarang. Kerja sama ini berkaitan dengan upaya Washington memperluas pasokan mineral penting bagi industri teknologi dan energi.

Kesepakatan tarif ini akan mulai berlaku dalam 90 hari ke depan, dengan kemungkinan penyesuaian jika disetujui kedua belah pihak.

Investasi dan Neraca Perdagangan

Sejumlah perusahaan dari kedua negara juga menandatangani kerja sama senilai 38,4 miliar dolar AS di sektor pertambangan, teknologi, tekstil, dan industri lainnya. Presiden Prabowo menyatakan optimisme terhadap prospek hubungan bilateral ke depan.

“Saya sangat optimistis mengenai masa depan hubungan kita,” ujarnya dalam sebuah acara di Washington.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id