Catatan Dahlan Iskan . 18/02/2026, 05:20 WIB

Produksi Massal

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Sebentar saja saya di makam itu. Lalu ke perpustakaan manuskrip yang kaya buku lama di Tarim. Saya kecantol agak lama di perpustakaan. Ini kali pertama saya melihat buku karya ilmuwan kuno Ibnu Sina di bidang kedokteran.

Ada juga buku unik: kalau kalimat-kalimatnya dibaca dari kanan semua mengandung pelajaran tentang kebaikan. Tapi kalau kalimat yang sama dibaca dari kiri semua bercerita tentang keburukan sifat manusia.

Penulisnya itu pasti sastrawan-ilmuwan yang luar biasa. Seluruh halaman buku bisa dibaca seperti itu.

Itu belum seberapa. Masih ada yang lebih hebat. Buku itu bisa dibaca dari atas ke bawah. Semua kata pertama di setiap kalimat bisa dibaca dari atas ke bawah. Membentuk kalimat sendiri. Dengan makna tersendiri. Yang isinya tentang cabang ilmu yang lain lagi.

Bukan hanya kata pertama. Pun kata-kata berikutnya. Bisa dibaca ke bawah. Menjadi satu kalimat tersendiri. Isinya tentang ilmu yang lain lagi.

Dengan demikian membaca satu buku ini sama dengan membaca enam buku yang berbeda cabang ilmunya. Tinggal mau membaca kalimatnya dari arah mana.

Kalau ingin tahu ilmu kebaikan Anda membaca buku itu dari kanan. Kalau ingin ilmu tata bahasa Anda baca huruf keempatnya ke bawah.

Saya belum pernah mendengar ada buku berbahasa Inggris yang ditulis dengan model seperti itu. Apalagi yang dalam bahasa Indonesia.

Tapi saya pernah mendengar ada cara serupa yang ditulis dalam bahasa Mandarin. Saya belum melihatnya sendiri. Tapi ada. Kalau itu benar berarti betapa kaya kata-kata dalam bahasa Arab dan bahasa Mandarin.

Waktu habis. Harus ke bandara. Tentu mampir lagi ke resto kambing bakar. Tidak hanya daging kambing yang disajikan. Juga daging onta. Bahkan ada onta yang masih diikat di depan resto. Siap disembelih.

Di situ saya baru tahu bagaimana cara mengikat onta. Bukan diikat di lehernya. Onta itu diikat di salah satu kaki belakangnya.

Penyembelihan onta itu ternyata dilakukan ketika saya sedang makan. Tidak sempat melihatnya. Tahu-tahu ada kepala onta yang dibawa masuk ke resto. Ditaruh di dekat dapur.

Saya terbelalak melihat kepala onta terpenggal itu. Saya foto. Tentu saya tidak bisa menunggu masakan kepala onta itu. Saya harus bergegas ke bandara.

Sampai di bandara, ternyata bandara masih tutup. Petugas pos keamanan memberi tahu: pesawat hari itu delay sampai jam 6 sore.

Balik ke Tarim. Masih bisa satu kambing bakar lagi --tapi masakan kepala ontanya sudah termakan orang lain semua. (Dahlan Iskan)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id