Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H Digelar Hari Ini, Ada Potensi Berbeda dengan Muhammadiyah
Agenda besar ini dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menurut Thomas, perbedaan ini terjadi karena adanya ketidaksamaan kriteria dalam menentukan hilal.
Ia menyebutkan bahwa pada maghrib hari ini, posisi hilal di Asia Tenggara memang belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
"Fakta astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik," kata Thomas.
Melihat kondisi tersebut, BRIN memprediksi awal puasa jatuh pada 19 Februari. Namun, Thomas juga menambahkan bahwa ada sebagian ormas yang memakai kriteria Turki, sehingga awal Ramadhan mereka bisa jatuh pada 18 Februari karena kriteria sudah terpenuhi di wilayah Amerika dan Alaska.
"Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 18 Februari dan ada yang 19 Februari," pungkasnya. *