Internasional . 12/02/2026, 08:30 WIB
fin.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan besar di sektor energi dengan memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk memprioritaskan pembelian listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Kebijakan ini menegaskan ambisi Trump untuk membangkitkan kembali kejayaan industri emas hitam di tengah tekanan isu perubahan iklim global.
Dalam sebuah upacara di Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menjalin perjanjian pengadaan listrik jangka panjang berbasis batu bara. Trump menegaskan bahwa energi dari batu bara memiliki peran yang sangat krusial bagi stabilitas dan keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump beralasan bahwa fasilitas militer AS memerlukan pasokan listrik yang stabil dan tidak terputus (baseload power). Ia kembali melontarkan kritik terhadap sumber energi terbarukan yang ia nilai belum mampu memberikan keandalan setinggi batu bara. Melalui perintah ini, pangkalan militer AS di seluruh dunia akan diarahkan untuk bergantung pada energi fosil tersebut guna menjamin operasional yang maksimal.
Para pemimpin industri menyambut hangat langkah ini dan menjuluki Trump sebagai "juara batu bara". Dukungan ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump terus mempromosikan penggunaan "batu bara bersih" sebagai fondasi ekonomi dan teknologi Amerika Serikat.
Di balik kebijakan ini, terdapat misi besar untuk memenangkan persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan China. Industri AI membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar untuk menggerakkan pusat-pusat data raksasa. Trump berambisi meningkatkan produksi listrik lebih dari dua kali lipat agar AS tidak tertinggal dari Beijing dalam perlombaan teknologi masa depan tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi "palu godam" bagi kebijakan ramah lingkungan yang sebelumnya diinisiasi oleh Joe Biden dan Barack Obama. Trump secara sistematis menghapus regulasi hijau yang ia anggap menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
Presiden Trump juga dijadwalkan akan mengambil langkah ekstrem pada Kamis, 12 Februari 2026, dengan membatalkan temuan ilmiah yang menyatakan gas rumah kaca membahayakan kesehatan masyarakat. Padahal, temuan tersebut merupakan landasan hukum utama bagi Amerika Serikat dalam membatasi polusi penyebab pemanasan global selama satu dekade terakhir.
Penghapusan standar polusi ini diperkirakan akan memberikan jalan lapang bagi perusahaan-perusahaan tambang untuk mempercepat produksi mereka tanpa terbebani aturan emisi yang ketat. Bagi pasar global, kebijakan Trump ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga komoditas batu bara, meski harus dibayar dengan tantangan kerusakan lingkungan yang lebih besar di masa depan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id