Ratusan Angkot Tutup Jalan Ahmad Yani, Tol Barat dan Summarecon Macet Total

fin.co.id - 12/02/2026, 14:39 WIB

Ratusan Angkot Tutup Jalan Ahmad Yani, Tol Barat dan Summarecon Macet Total

Jalan Ahmad Yani Bekasi lumpuh total akibat demo sopir angkot yang menolak operasional Trans Bekasi Keren (Trans Beken).Foto:Dishub Bekasi Cek

fin.co.id – Arus lalu lintas di jantung Kota Bekasi, tepatnya sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, mengalami kelumpuhan total pada Kamis 12 Februari 2026. Ratusan sopir angkutan kota (angkot) kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan memarkirkan armada mereka di tengah jalan, sehingga memutus akses utama menuju Tol Barat dan kawasan Summarecon.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan udara melalui sistem ATCS, deretan angkot yang berjejer menutupi badan jalan membuat arus kendaraan dari berbagai arah tidak bergerak sama sekali.

Petugas Berlakukan Contraflow

Guna mengurai kemacetan yang mengular, Dishub bersama pihak kepolisian segera melakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di ruas Jalan Ahmad Yani.

"Petugas di lapangan sedang berupaya keras menangani situasi. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari titik aksi," tulis keterangan resmi Dishub Kota Bekasi.

Hingga siang ini, kepadatan masih terpantau di sekitar RS Mitra Bekasi Barat hingga persimpangan arah Summarecon. Para pengguna jalan diminta tetap mematuhi arahan petugas di lokasi demi keamanan bersama.

Akar Masalah: Penolakan Trans Bekasi Keren (Trans Beken)

Aksi demonstrasi hari ini merupakan kelanjutan dari protes yang dimulai pada Selasa (10/2). Para sopir angkot menolak keras beroperasinya kembali layanan transportasi massal milik Pemerintah Kota Bekasi yang kini bertajuk "Trans Bekasi Keren" atau Trans Beken.

Layanan bus ini sebelumnya bernama Trans Patriot. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan peluncuran Trans Beken dengan rute perdana Harapan Indah – Terminal Bekasi. Sebanyak sembilan armada mulai beroperasi dan saat ini masih digratiskan bagi masyarakat, hal inilah yang memicu kemarahan para sopir angkot.

Para pendemo menilai trayek Trans Beken bersinggungan langsung dengan jalur angkot yang selama ini menjadi sumber nafkah mereka. Mereka khawatir kehadiran bus milik pemda tersebut akan mematikan penghasilan sopir angkot yang sudah lama terpuruk.

Ada Aksi Sweeping dan Ancaman Demo Susulan

Selain menutup jalan, aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan tindakan sweeping. Sejumlah sopir yang tetap menarik penumpang dihentikan paksa oleh rekan sejawatnya. Penumpang diminta turun di tengah jalan, sementara sopir kendaraan tersebut dipaksa ikut bergabung dalam barisan massa.

Meski aksi pada hari Selasa sempat membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB, aksi yang kembali pecah hari ini menunjukkan bahwa para sopir angkot belum puas dengan kebijakan pemerintah daerah. Massa berencana membawa aspirasi mereka ke gedung DPRD Kota Bekasi untuk menuntut solusi atas tumpang tindih trayek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bekasi belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru terkait tuntutan para sopir. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi lalu lintas jika ingin melintasi kawasan Bekasi Barat dan sekitarnya.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID