Ragam . 12/02/2026, 13:46 WIB

ASTRA Infra Hijaukan Jalan Tol lewat Kontribusi Insan Difabel dan Neurodiverse

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Pemanasan global menuntut aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Menjawab tantangan tersebut, ASTRA Infra memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui langkah inklusif yang melibatkan komunitas difabel dan neurodiverse. Pada Selasa, 10 Februari 2026, perusahaan secara simbolis menanam 1.500 bibit pohon di Resta Pendopo KM 456 sebagai bagian dari upaya penghijauan ruas jalan tol.

Inisiatif bertajuk 1 Visitor = 1 Tree Planted ini berawal dari ajang ASTRA Infra Sustainability Fest 2025 yang berlangsung Desember lalu. Melalui program ini, setiap kehadiran pengunjung dikonversi menjadi satu bibit tanaman. Langkah ini selaras dengan semangat Astra 2030 Sustainability Aspirations yang mengedepankan kehidupan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Sinergi Seni Inklusif dan Kelestarian Lingkungan

Program ini bukan sekadar aktivitas menanam pohon. ASTRA Infra Sustainability Fest menjadi wadah bagi insan difabel dan neurodiverse untuk menunjukkan potensi mereka melalui medium seni inklusif. Kolaborasi ini menghadirkan pameran instalasi karya, bincang inspiratif, hingga lokakarya yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkontribusi bagi iklim.

Pengunjung festival tidak hanya menikmati seni, tetapi juga turut serta dalam aksi iklim secara otomatis. Setiap interaksi dalam acara tersebut kini menjelma menjadi tunas hijau yang siap menyerap emisi di sepanjang jalur operasional jalan tol.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi 1.500 pengunjung. Terkonversinya 1.500 bibit tanaman ini menjadi bukti bahwa kepedulian bersama dapat melahirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan," ujar Group Chief Executive Officer ASTRA Infra, Firman Yosafat Siregar.

Strategi Pengurangan Emisi Karbon di Ruas Tol

Pemilihan jenis pohon dalam inisiatif ini tidak dilakukan sembarangan. ASTRA Infra merujuk pada Petunjuk Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015 untuk memilih tanaman dengan daya serap karbon tinggi. Jenis pohon seperti Matoa, Nangka, Asam Kandis, Puspa, dan Leda menjadi pilihan utama untuk menghiasi area operasional.

Bibit-bibit setinggi 1,5 meter tersebut memiliki fungsi ekologis jangka panjang, terutama dalam menekan konsentrasi polusi udara di sekitar jalur transportasi. Penanaman secara simbolis ini melibatkan jajaran direksi ASTRA Infra, mulai dari Santosa (Director in Charge) hingga jajaran Chief lainnya sebagai bentuk keseriusan korporasi.

Membangun Masa Depan Inklusif

Melalui rangkaian kegiatan ini, perusahaan menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan harus berjalan beriringan dengan inklusivitas. Kolaborasi dengan komunitas neurodiverse memberikan perspektif baru bahwa solusi iklim dapat lahir dari kreativitas yang beragam.

Ke depannya, ASTRA Infra berkomitmen terus mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam setiap operasional bisnisnya. Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pengguna jalan tol, tetapi juga bagi keseimbangan ekosistem secara menyeluruh. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id