Ucapan adalah doa, terutama saat hari raya. Hindari kata-kata yang berkaitan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, atau hantu. Menjaga lisan dengan hanya membicarakan hal-hal baik dan penuh optimisme menjadi kunci untuk mengundang aura positif sepanjang tahun.
5. Menghindari Tangisan dan Pertikaian
Cobalah untuk tetap tenang dan bahagia. Menangis pada hari baru dipercaya akan membawa kesedihan terus-menerus sepanjang tahun. Para orang tua biasanya lebih toleran terhadap anak-anak yang rewel saat Imlek agar suasana rumah tetap damai tanpa ada teguran keras atau kemarahan.
6. Menunda Urusan Pinjam Meminjam Uang
Imlek adalah waktu untuk merayakan hasil kerja keras, bukan untuk menagih utang. Aktivitas menagih atau meminjam uang dianggap membawa nasib buruk bagi kedua belah pihak. Bagi peminjam, hal ini menandakan mereka akan terus berutang sepanjang tahun, sementara bagi penagih, hal tersebut dianggap merusak keberuntungan finansial mereka sendiri.
7. Menghindari Konsumsi Bubur di Pagi Hari
Memilih menu sarapan sangatlah penting. Bubur sering diasosiasikan dengan masa sulit atau kemiskinan pada zaman dahulu. Untuk menyambut tahun yang penuh kelimpahan, masyarakat lebih memilih menyantap nasi atau hidangan mewah lainnya sebagai simbol kemakmuran.
8. Tidak Mengonsumsi Obat Kecuali Darurat
Ada kepercayaan bahwa meminum obat saat Tahun Baru akan membuat seseorang sakit sakitan sepanjang tahun. Namun, aturan ini bersifat fleksibel. Jika kamu mengidap penyakit kronis atau kondisi darurat, kesehatan tetap menjadi prioritas utama di atas tradisi.
Baca Juga
9. Larangan Memberi Hadiah Jam dan Payung
Saat berkunjung ke rumah kerabat, pilihlah hadiah dengan bijak. Memberi jam sangat dilarang karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan ritual pemakaman. Begitu juga dengan payung yang dipercaya dapat mengundang roh jahat atau melambangkan perpisahan.
10. Aturan Berkunjung ke Rumah Keluarga Istri