Artinya
“Ya Allah, sampaikanlah aku hingga bertemu Ramadan, sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.” (Lathaiful Ma’arif, Ibnu Rajab)
Doa ini mencerminkan tiga hal penting, yaitu umur yang diberkahi, kesempatan beribadah, dan harapan diterimanya amal. Selain doa awal Ramadan, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika melihat hilal sebagai tanda dimulainya bulan puasa.
Doa Melihat Bulan Sabit Ramadan
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin
Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaani, wassalaamati wal-islaami, wattaufiiqi limaa tuhibbu wa tardhaa, rabbunaa wa rabbukallah.
Artinya
“Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkanlah hilal ini kepada kami dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu wahai bulan adalah Allah.” (HR Ahmad, Ad-Darimi, dan At-Thabrani)
Dengan mengamalkannya, seorang muslim tidak hanya menyambut Ramadan secara ritual, tetapi juga secara spiritual dan emosional.