Lompatan Prabowo: Big Bang di Lapangan, Big Push di Pembangunan

fin.co.id - 09/02/2026, 19:17 WIB

Lompatan Prabowo: Big Bang di Lapangan, Big Push di Pembangunan

Bramastyo B. Prastowo *(Manajer Ekonomi Pembangunan Adidaya Institute)*

Media massa memiliki peran penting dalam mengalihkan fokus dari liputan seremonial ke indikator hasil nyata. Sebagai contoh, kinerja CKG sebaiknya diukur berdasarkan persentase temuan yang ditindaklanjuti, bukan hanya jumlah individu yang diperiksa. Indikator Sekolah Rakyat mencakup retensi dan kehadiran siswa, bukan sekadar jumlah lokasi.

KDKMP dinilai dari aktivitas transaksi dan dampak riil bagi warga, Lumbung Pangan dari penurunan kerugian pascapanen dan stabilisasi harga, Kampung Nelayan dari optimalisasi cold chain dan pertumbuhan pendapatan, serta FLPP dari kualitas rumah dan akses ke layanan dasar.

Pada akhirnya, tantangan utama bukan hanya keberanian pemerintah dalam merancang program berskala besar, tetapi juga kemampuannya mengeksekusi secara disiplin. Dalam konteks ini, konsep pembenahan harus dipahami secara proporsional. Program big bang butuh menteri yang berani memimpin eksekusi, bersih di pengadaan, disiplin fiskal, dan transparan pada data hasil.

Jika tidak memenuhi itu, program besar justru memperbesar risiko negara. Jika hambatan terus muncul, solusi tidak cukup hanya dengan pergantian personel Menteri (Reshuffle kabinet), tetapi harus menyasar reformasi birokrasi dan sistem kerja, mulai dari penataan komando dan standardisasi layanan, pembaruan data, penguatan proses pengadaan dan logistik, hingga pembentukan mekanisme pengawasan yang responsif. Dalam strategi big push, pembenahan yang tepat sering kali berarti perbaikan eksekusi daripada sekadar pergantian Menteri di kabinet..

Memahami program prioritas Prabowo sebagai big bang dalam pelaksanaan dan big push dalam substansi memberikan gambaran yang lebih adil kepada publik. Pemerintah patut diapresiasi karena menetapkan sektor gizi, kesehatan, pendidikan, perumahan, desa, pangan, dan pesisir sebagai agenda utama pembangunan. Namun, transformasi ini hanya bermakna jika didukung oleh tata kelola yang solid dan terukur. Bentuk dukungan terbaik terhadap kebijakan pemerintah adalah dukungan yang kritis dan konstruktif, yaitu memahami kerangka besar, mengawal pelaksanaan, serta mendorong pembenahan manajemen dan birokrasi jika ditemukan masalah indikator. Dengan demikian, lompatan pembangunan dapat menjadi fondasi jangka panjang, bukan sekadar momentum sesaat. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID