fin.co.id - Sebuah ledakan terjadi pada Kamis pagi di sebuah tambang batu bara ilegal di distrik East Jaintia Hills, negara bagian Meghalaya, India, menewaskan setidaknya 18 pekerja.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 11:00 waktu setempat (5:30 GMT), dan satu orang dilaporkan mengalami luka bakar parah. Tim penyelamat masih melakukan operasi pencarian, sementara jumlah pekerja yang mungkin masih terjebak di bawah tanah belum diketahui.
Metode Penambangan Berisiko Tinggi
Ledakan terjadi di tambang yang menggunakan metode rat-hole mining, yaitu cara penambangan berbahaya di mana terowongan sempit dibuat menggunakan dinamit sehingga pekerja harus menekuk tubuh untuk mengekstrak batu bara.
Meskipun metode ini dilarang secara resmi oleh Mahkamah Agung India dan National Green Tribunal sejak 2014, aktivitas penambangan ilegal tetap berlangsung, terutama di daerah terpencil seperti Meghalaya.
Agnes Kharshiing, aktivis setempat yang memantau penambangan ilegal, menjelaskan bahwa "Rat-hole mining, yang melibatkan penggalian lubang sekitar satu hingga satu setengah meter tinggi sehingga seorang dewasa harus menekuk untuk bekerja, sangat berisiko."
Aktivis dan pejabat menekankan bahwa tingginya permintaan batu bara, kemiskinan di daerah penambangan, serta lemahnya pengawasan memungkinkan praktik berbahaya ini terus terjadi.
Tindakan Pemerintah dan Bantuan
Pemerintah India segera merespons tragedi ini. Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan bantuan finansial sebesar 200.000 rupee untuk setiap korban meninggal dan 50.000 rupee untuk korban luka.
Sementara itu, polisi setempat belum dapat mengidentifikasi pemilik dan operator tambang, namun kasus telah didaftarkan terhadap pihak yang belum dikenal.
Chief Minister Meghalaya, Conrad Sangma, menyatakan bahwa "Pertanggungjawaban akan ditegakkan, dan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas."
Baca Juga
Sementara itu, beberapa korban dilaporkan berasal dari negara bagian Assam, dan Chief Minister Assam, Himanta Biswa Sarma, berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi keluarga korban dari Assam.
Riwayat Tragedi Serupa
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi penambangan paling mematikan di Meghalaya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, setidaknya 15 pekerja terjebak setelah air dari sungai terdekat memenuhi sebuah rat-hole mine.