News . 05/02/2026, 15:14 WIB
fin.co.id - Jeruji besi tidak lagi menjadi penghalang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang untuk mengembangkan potensi diri. Di balik tembok tinggi, sebuah program inovatif tengah berjalan, membekali para penghuni rutan dengan kemampuan bahasa Inggris sebagai modal menatap masa depan pasca-bebas.
Program yang telah berjalan selama hampir tiga bulan ini merupakan kerja sama antara pihak Rutan dengan mitra pihak ketiga yang berfokus pada pengembangan greenhouse di rutan yang berada di Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, tersebut. Menariknya, inisiasi ini datang langsung dari pemilik perusahaan asal Belanda yang melihat potensi besar dalam proses pembinaan di dalam lapas.
Kriteria Ketat dan Proyeksi Kerja
Dari total 1.126 penghuni rutan, sebanyak 300 WBP berhasil terjaring masuk dalam program les bahasa inggris ini. Pihak rutan menetapkan kriteria khusus, yakni usia di bawah 50 tahun dan sisa masa pidana minimal satu tahun.
"Pihak penyedia layanan menargetkan sertifikasi dalam rentang 6 bulan hingga satu tahun. Jika sisa pidana terlalu pendek, mereka tidak akan sempat mengikuti ujian evaluasi untuk mendapatkan sertifikat tersebut," ujar Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tangerang, Sigit Teguh Riyanto, kepada FIN, dikutip Kamis (5/2/2026).
Sertifikat yang diterbitkan nantinya bukan sekadar bukti kelulusan kelas bahasa. Pemilik perusahaan asal Belanda tersebut berencana merekrut WBP yang berbakat dan kompeten untuk bekerja di perusahaannya setelah mereka menghirup udara bebas.
Tutor dari Sesama Warga Binaan
Pelaksanaan kelas bahasa Inggris ini terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari beginner hingga intermediate. Uniknya, sistem pengajaran tidak hanya mengandalkan tenaga ahli dari luar, tetapi juga memberdayakan WBP yang memiliki latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.
"Saat ini ada tiga tutor utama. Satu pengajar inti, dibantu satu mahasiswa magang, dan satu lagi adalah warga binaan yang sudah berkompeten. Kami membagi kelas berdasarkan basic kemampuan mereka agar pembelajaran lebih efektif," jelasnya.
Tantangan di Tengah Overkapasitas
Ia mengungkapkan, mengarahkan warga binaan untuk fokus pada kegiatan produktif bukan tanpa kendala. Kondisi rutan yang mengalami overkapasitas—dihuni oleh 1.126 orang dari kapasitas ideal 500 orang—menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas mental dan kedisiplinan.
Sebelum menyentuh aspek keterampilan teknis seperti bahasa Inggris pihak rutan terlebih dahulu menitikberatkan pada pembinaan kepribadian dan mental.
"Kami pulihkan dulu mentalnya melalui kegiatan keagamaan, seperti pesantren bagi yang Muslim. Setelah mentalnya siap dan mereka menerima kondisi diri, baru kita arahkan ke pembinaan kemandirian seperti bahasa Inggris ini," tukasnya.
Selain kelas bahasa inggris, Rutan Kelas I Tangerang juga dikenal aktif dalam pembinaan seni melalui Band Rutira yang baru-baru ini merilis single ketiga berjudul "Menanti Pulang". Melalui beragam kegiatan ini, pihak rutan ingin membuktikan bahwa pembinaan di lapas telah bertransformasi.
"Jadi bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat," kata Sigit.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id