Format baru dengan 48 tim juga menambah kompleksitas turnamen, memperpanjang durasi kompetisi, dan meningkatkan risiko kelelahan pemain.
Bagi tim seperti Argentina, konsistensi dan manajemen skuad akan menjadi faktor krusial.
Grup dan Jalan Panjang Menuju Gelar
Di Piala Dunia 2026, Argentina dijadwalkan berada di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania.
Di atas kertas, Argentina diunggulkan untuk lolos dari fase grup. Namun, Kempes mengingatkan bahwa Piala Dunia selalu menyimpan kejutan.
Tim-tim yang secara historis tidak diunggulkan kerap tampil tanpa beban dan mampu merepotkan raksasa sepak bola.
Bagi Argentina, fase grup hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya akan datang di fase gugur, ketika tekanan meningkat dan margin kesalahan semakin tipis.
Kempes percaya bahwa pengalaman para pemain yang telah menjuarai Piala Dunia sebelumnya bisa menjadi modal penting dalam situasi-situasi krusial tersebut.
Warisan dan Harapan Albiceleste
Sebagai bagian dari generasi yang pernah mengangkat trofi dunia, Mario Kempes melihat Piala Dunia bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai panggung warisan.
Ia menyaksikan Argentina juara pada 1978, kemudian melihat Diego Maradona mengulanginya pada 1986, dan akhirnya menyaksikan Lionel Messi mengakhiri penantian panjang pada 2022.
Dalam konteks itu, peluang Argentina di 2026 bukan sekadar soal statistik atau taktik, melainkan soal kesinambungan sejarah.
Baca Juga
Optimisme Kempes tidak berarti mengabaikan risiko. Ia tetap realistis bahwa usia pemain, tekanan ekspektasi, dan dinamika turnamen bisa menjadi penghalang.
Namun, selama identitas permainan dan semangat kompetitif tetap terjaga, ia yakin Argentina akan kembali menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan.