fin.co.id - Liverpool kembali mengirim sinyal kuat kepada rival-rivalnya di Eropa bahwa mereka sedang menyiapkan fondasi jangka panjang. Klub asal Merseyside itu menyepakati transfer bek muda Rennes, Jeremy Jacquet, dengan nilai yang jika dikonversi mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Angka tersebut langsung menempatkan Jacquet sebagai salah satu pemain bertahan termahal yang pernah direkrut Liverpool, meski sang pemain baru akan bergabung secara resmi pada bursa transfer musim panas mendatang.
Nama Jeremy Jacquet mungkin belum setenar Virgil van Dijk atau William Saliba di mata publik luas. Namun di balik layar, Liverpool sudah lama memantau perkembangan bek asal Prancis tersebut. Kesepakatan ini bukan sekadar pembelian instan, melainkan bagian dari rencana besar klub untuk mempersiapkan regenerasi lini belakang yang dalam beberapa musim terakhir mulai menghadapi tantangan usia, cedera, dan situasi kontrak.
Siapa Jeremy Jacquet dan Mengapa Liverpool Terpikat
Jeremy Jacquet berusia 20 tahun dan saat ini menjadi andalan Rennes di Ligue 1. Meski masih muda, ia sudah mencatat puluhan penampilan di level tertinggi sepak bola Prancis. Liverpool melihat Jacquet sebagai bek dengan paket lengkap: postur tinggi, fisik kuat, kecepatan yang mumpuni, serta keberanian dalam duel udara maupun duel satu lawan satu.
Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, menggambarkan Jacquet sebagai bek generasi baru yang memiliki potensi besar. Ia menyebut Jacquet sebagai salah satu bek tengah muda terbaik di Prancis saat ini, dengan kemampuan membaca permainan yang matang untuk pemain seusianya. Meski masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama dalam aspek teknis saat membangun serangan dari belakang, Liverpool menilai potensi tersebut sebanding dengan nilai investasi yang dikeluarkan.
Statistik Jacquet musim ini juga mendukung penilaian tersebut. Ia mencatat persentase kemenangan duel udara tertinggi di antara para bek Ligue 1, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan di Premier League yang terkenal keras dan mengandalkan kekuatan fisik.
Alasan Transfer Baru Terjadi Musim Panas
Salah satu pertanyaan besar yang muncul adalah mengapa Liverpool bersedia membayar mahal, tetapi memilih menunggu hingga musim panas. Jawabannya sederhana: Rennes menolak melepas Jacquet di tengah musim. Klub Prancis tersebut tidak berada dalam tekanan finansial dan masih bersaing untuk tiket kompetisi Eropa, sehingga mereka memilih mempertahankan pemain kuncinya hingga akhir musim.
Dari sisi Liverpool, penundaan ini justru dianggap masuk akal. Saat ini, Jacquet dinilai belum akan langsung menggeser posisi Virgil van Dijk atau Ibrahima Konate jika ia datang lebih cepat. Dengan tetap bermain reguler di Rennes, Jacquet bisa terus berkembang dan datang ke Anfield dengan pengalaman tambahan serta kondisi mental yang lebih siap.
Proyek Jangka Panjang Liverpool di Lini Belakang
Transfer Rp1,3 triliun ini tidak berdiri sendiri. Dalam dua jendela transfer terakhir, Liverpool aktif merekrut bek-bek muda dari berbagai negara. Langkah ini menunjukkan bahwa klub sedang melakukan pembaruan sistematis di lini pertahanan.
Situasi kontrak juga menjadi faktor penting. Beberapa pemain belakang senior Liverpool memasuki fase akhir masa baktinya, baik karena usia maupun kontrak yang mendekati habis. Dengan merekrut Jacquet sekarang, Liverpool berharap tidak perlu melakukan belanja panik di masa depan ketika kebutuhan regenerasi sudah mendesak.
Jacquet diproyeksikan sebagai bagian inti pertahanan Liverpool dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Kontrak jangka panjang yang disiapkan klub menjadi bukti kepercayaan penuh terhadap sang pemain.
Baca Juga
Risiko Mahal yang Disadari Liverpool
Membayar Rp1,3 triliun untuk bek muda tentu mengandung risiko. Sejarah mencatat tidak semua pemain Ligue 1 mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Beberapa nama besar sebelumnya membutuhkan waktu panjang untuk menyesuaikan diri, bahkan ada yang gagal memenuhi ekspektasi.