Gunung Semeru Meletus Lagi! Waspada Perluasan Awan Panas dan Aliran Lahar, Warga Diminta Jauhi Sungai

fin.co.id - 03/02/2026, 09:14 WIB

Gunung Semeru Meletus Lagi! Waspada Perluasan Awan Panas dan Aliran Lahar, Warga Diminta Jauhi Sungai

Gunung Semeru meletus lagi pagi ini dengan tinggi kolom abu 700 meter. Warga dilarang mendekati aliran sungai karena ancaman perluasan awan panas hingga 17 km.Foto:IG

fin.co.id Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat meletus pada Selasa 3 Februari 2-26 pagi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter ke langit. Masyarakat kini diimbau untuk menjauhi area sungai karena adanya ancaman perluasan awan panas yang mematikan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi terjadi tepat pada pukul 04.42 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut.

"Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Mukdas dalam laporan resminya.

Data seismograf menunjukkan aktivitas kegempaan yang sangat aktif. Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api ini mengalami 20 kali gempa letusan dengan durasi hingga 155 detik. Selain itu, terekam juga gempa hembusan dan gempa tektonik jauh, yang menandakan dinamika magma di dalam perut gunung masih sangat dinamis.

Rekomendasi Bahaya: Jauhi Sungai!

Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan larangan keras bagi warga maupun wisatawan. Ancaman utama saat ini bukan hanya lontaran batu pijar di puncak, melainkan aliran awan panas dan lahar.

Pemerintah melarang segala bentuk aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang keras mendekati pinggiran sungai (sempadan sungai) dalam radius 500 meter di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menerjang hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga harus mewaspadai potensi guguran lava dan lahar dingin di sepanjang lembah yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," tambah Mukdas.

Pihak berwenang meminta warga tetap tenang namun selalu waspada, terutama saat hujan turun di wilayah puncak karena dapat memicu banjir lahar dingin yang meluap ke sungai-sungai kecil di sekitarnya.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID