fin.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menjajaki kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, komunikasi awal dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah dilakukan untuk membahas skema distribusi MBG khusus lansia agar lebih tepat sasaran.
“Pak Mensos ingin berbincang lebih lanjut terkait mekanisme pemberian pada lansia ya tentunya itu tugas Mensos, tapi kemudian kita akan integrasikan bagaimana caranya,” ujar Dadan saat ditemui di Sentul, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Dadan, skema penyaluran MBG bagi lansia nantinya tidak berdiri sendiri, melainkan akan disatukan dengan layanan sosial tertentu agar pelaksanaannya lebih efektif dan terkoordinasi.
“Bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di dalam satu daerah misalnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini program MBG telah difokuskan kepada kelompok penerima manfaat prioritas, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak usia sekolah.
“Ya begini makan bergizi ini sudah menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun,” kata Dadan.
Ke depan, sinergi antara BGN dan Kemensos diharapkan dapat memperluas jangkauan program MBG. Dengan integrasi tersebut, manfaat makan bergizi tidak hanya dirasakan oleh anak-anak dan kelompok rentan lainnya, tetapi juga dapat menjangkau para lansia secara lebih merata.
Hasyim Ashari/Disway