Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah bukanlah sekadar tradisi turun-temurun, melainkan upaya sadar seorang hamba untuk mendapatkan "privilese" ketuhanan.
•Ampunan: Bagi mereka yang bersungguh-sungguh meminta maaf.
•Kasih Sayang: Bagi mereka yang mengharap rahmat.
•Kabulnya Doa: Bagi mereka yang tak lelah meminta.
•Pembebasan: Dari siksa api neraka.
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa "setinggi langit". Malam Nisfu Sya’ban adalah bukti kasih sayang Allah selalu lebih luas daripada kemurkaan-Nya.