Fin.co.id - Saat matahari terbenam pada Senin malam, 2 Februari 2026, umat Islam memasuki Malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah. Malam ini dikenal luas sebagai Lailatul Bara’ah, yakni malam penuh ampunan, rahmat, dan momentum penetapan takdir tahunan.
Karena keistimewaannya, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Salah satu amalan yang paling populer di Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali setelah Salat Maghrib.
Membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban bukanlah amalan tanpa dasar. Meski tidak ada hadis shahih yang secara eksplisit memerintahkan praktik ini, para ulama menjelaskannya sebagai bagian dari ijtihad dan tradisi ulama salaf.
Sejumlah ulama, termasuk Buya Yahya, menjelaskan amalan ini tidak tergolong bid’ah tercela, karena substansinya adalah membaca Al-Qur’an—ibadah yang jelas dianjurkan.
Amalan ini masuk dalam konsep tawasul dengan amal shalih, yakni:
- Melakukan ibadah terlebih dahulu
- Lalu menghadiahkan pahalanya sebagai wasilah doa kepada Allah SWT
KH Miftahul Huda dari MUI juga menegaskan bahwa praktik ini diperbolehkan dan bernilai fadhilah, selama diniatkan untuk kebaikan.
Makna Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban
Membaca Yasin tiga kali bukan sekadar pengulangan bacaan, melainkan doa bertahap dengan niat berbeda pada setiap bacaan. Inilah yang membuat amalan ini begitu sarat makna.
Niat Yasin Pertama: Panjang Umur yang Penuh Ketaatan
Memohon umur panjang yang diberkahi dan digunakan untuk ketaatan kepada Allah SWT.
Makna Spiritual:
Umur panjang tidak selalu berarti baik jika dihabiskan dalam kelalaian. Karena itu, niat pertama difokuskan agar usia yang diberikan Allah diisi dengan amal saleh dan kebermanfaatan.