Nasional . 02/02/2026, 08:05 WIB

Fenomena Asap Oranye di Cilegon Bikin Warga Sesak Napas, Polisi Ungkap Pemicu: Reaksi Kimia Asam Nitrat

Penulis : Lina
Editor : Lina

fin.co.id - Kepulan asap pekat berwarna oranye yang membubung tinggi dari area PT Vopak Indonesia pada Sabtu 31 Januari 2026 sore memicu kegaduhan luar biasa bagi warga sekitar. Selain tampilan visualnya yang mencolok dan mengerikan, fenomena ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat yang menghirup aromanya hingga mengalami sesak napas secara massal.

Data terkini menunjukkan sebanyak 56 warga di lingkungan Kalibaru harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pulomerak. Mereka mengeluhkan gejala yang serupa, mulai dari pusing, mual, hingga gangguan pernapasan akut. Korban terdampak mencakup 43 perempuan, 10 laki-laki, dan 3 anak-anak yang tinggal di radius terdekat lokasi kejadian.

Hasil Penyelidikan Polisi

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, mengonfirmasi bahwa kepulan asap misterius itu bukan disebabkan oleh kebocoran sistem, melainkan murni akibat reaksi kimia dari zat asam nitrat atau nitric acid (HNO3).

Peristiwa ini terjadi saat petugas operasional tengah membersihkan pipa menggunakan gas nitrogen. Secara tidak sengaja, cairan asam nitrat tersebut mengalir dan bercampur dengan base oil (minyak pelumas) di dalam tangki penyimpanan.

"Saat petugas kembali dari istirahat, terlihat permukaan tangki atau kempu menggembung. Begitu tutupnya dibuka untuk pengecekan, langsung menyembur gas bercampur asap berwarna oranye pekat yang terbawa angin ke pemukiman," jelas Martua dalam keterangan tertulisnya.

Bahaya Laten Asam Nitrat

Perlu diketahui, asam nitrat merupakan bahan kimia yang bersifat sangat korosif dan beracun. Kontak langsung dapat menyebabkan luka bakar parah pada jaringan kulit, sementara uapnya sangat berbahaya bagi organ paru-paru jika terhirup dalam konsentrasi tertentu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon saat ini telah memasang alat pemantau kualitas udara untuk memastikan tingkat keamanan lingkungan pasca-insiden. Hasil uji laboratorium tersebut rencananya akan dirilis pada hari ini, Senin 2 Februari 2026, sebagai dasar tindakan lebih lanjut terhadap pihak perusahaan.

Warga dihimbau untuk tetap mengenakan masker dan segera mendatangi posko kesehatan terdekat jika kembali merasakan gejala mual atau sesak napas pasca-munculnya fenomena asap tersebut.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id