fin.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan ruas Jalan Tol Banda Aceh–Sigli agar memiliki fungsi ganda sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Langkah strategis ini memperkuat infrastruktur nasional agar tidak hanya mendukung sektor transportasi publik, tetapi juga siap menyokong sistem pertahanan negara.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membeberkan secara langsung kesiapan proyek infrastruktur strategis tersebut saat memberikan keterangan resmi di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujar Dody di Jakarta, Kamis.
Empat Ruas Tol Strategis Diproyeksikan Berfungsi Ganda
Jalan Tol Banda Aceh-Sigli sebenarnya merupakan satu dari empat ruas jalan tol di Indonesia yang sengaja dirancang sebagai landasan darurat bagi jet tempur TNI AU.
Selain ruas di Aceh tersebut, Kementerian PU juga menyiapkan tiga ruas tol lainnya, yakni Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.
Menteri Dody menegaskan bahwa tim teknis merancang seluruh ruas tol tersebut agar tetap berfungsi optimal dengan spesifikasi khusus yang sanggup mendukung operasi pertahanan sewaktu situasi darurat terjadi.
Komitmen Kementerian PU Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Melalui penyediaan infrastruktur strategis ini, Kementerian PU terus memperkuat dukungannya terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sistem pertahanan negara yang tangguh.
Pemerintah tidak sekadar membangun jalan untuk meningkatkan konektivitas antarremedi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan setiap proyek infrastruktur memiliki daya guna tinggi bagi kepentingan nasional.
Melalui skema dual use (fungsi ganda), ruas jalan tol ini akan melayani arus mobilitas masyarakat serta jalur distribusi logistik secara normal. Namun, ketika negara menghadapi situasi tertentu, pemerintah dapat langsung mengalihfungsikan area tol tersebut sebagai landasan darurat pendaratan dan lepas landas armada udara militer.
"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Dody.