Bayangkan skenario terburuk ini: 91,5% pasien jantung koroner di Indonesia belum berhasil mencapai target LDL-C ideal yang ditetapkan pada angka 55 mg/dL. Angka ini diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP (K), dan sungguh mencengangkan.
Kesenjangan terapi yang masif ini menciptakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup pasien. Ketidakmampuan mencapai target LDL-C ideal membuka pintu lebar bagi serangan jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya.
Situasi inilah yang membuat peluncuran terapi kombinasi Daewoong menjadi sangat relevan dan krusial. Solusi ini menawarkan harapan baru bagi jutaan pasien yang sebelumnya berjuang keras untuk mengendalikan kadar kolesterol mereka.
Inovasi Presisi: Dosis yang Disesuaikan untuk Kebutuhan Unik Anda
Daewoong tidak hanya berhenti pada peluncuran obat, tetapi juga menghadirkan terobosan dalam personalisasi pengobatan. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Daewoong menawarkan sistem terapi presisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien.
Hadir dalam tiga pilihan dosis kombinasi yang tepat: 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg. Fleksibilitas dosis ini memungkinkan para dokter untuk meresepkan terapi yang paling sesuai dengan tingkat risiko dan kondisi masing-masing pasien.
Terutama pilihan dosis rendah 10/5 mg, memberikan keleluasaan bagi dokter untuk menargetkan pengobatan secara lebih personal. Keberadaan satu tablet dengan kombinasi bahan aktif ini juga menjadi kabar baik bagi pasien yang sering lupa minum obat. Kemudahan ini diharapkan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan.
“Peluncuran ini menjadi langkah bermakna dalam memperkenalkan opsi terapi berbasis bukti ilmiah kepada tenaga medis di Jawa Timur. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menutup presentasinya dengan optimisme. (*)