Di sektor jalan dan jembatan, progresnya sangat menggembirakan. Dari 38 ruas jalan nasional yang terdampak bencana di Aceh, seluruhnya kini telah kembali fungsional. Bahkan, dua ruas jalan nasional berhasil dibuka melalui jalur alternatif untuk memperlancar mobilitas.
Sebanyak 16 jembatan nasional yang sempat terputus kini juga telah kembali berfungsi. Sebagian di antaranya menggunakan jembatan sementara jenis Bailey, sementara 8 jembatan lainnya sudah dalam tahap pembangunan permanen. Kemampuan untuk melintasi kembali ini sangat membantu pemulihan ekonomi dan sosial.
Pada sistem penyediaan air minum (SPAM), Kementerian PU menangani 71 SPAM yang terdampak di 10 kabupaten/kota di Aceh. Total kapasitas yang ditangani mencapai 2.177 liter per detik. Hingga kini, 54 SPAM telah berfungsi kembali dengan kapasitas layanan yang sudah mencapai 1.595 liter per detik. Ini berarti semakin banyak warga yang mendapatkan pasokan air bersih.
Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih tidak berhenti di situ. Kementerian PU juga gencar membangun 24 sumur bor air dalam. Sebanyak 10 unit sudah selesai dibangun, dan 14 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan sumur bor dangkal dan dalam tambahan terus dilakukan demi menjamin ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat terdampak.
Pengelolaan sampah pun menjadi fokus. Layanan 11 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Aceh kini dalam tahap pelaksanaan perbaikan dan peningkatan. Selain itu, telah terkumpul lebih dari 698 ton sampah dan lumpur bencana yang diangkut dari kawasan permukiman, fasilitas umum, rumah sakit, hingga akses jalan utama di berbagai kabupaten terdampak.
Hunian Sementara untuk Korban Bencana
Kementerian PU juga tidak melupakan kebutuhan dasar hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 11 lokasi rumah hunian sementara (Rusunawa) dibangun di 4 kabupaten di Aceh. Proyek ini menargetkan 972 Kepala Keluarga (KK) sebagai penerima manfaat. Saat ini, 84 KK sudah menempati hunian tersebut dengan progres pembangunan 100% selesai. Proyek pembangunan hunian sementara di lokasi lainnya masih terus berjalan secara bertahap, memastikan semua warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak sementara waktu. (*)