Hujan Masih Mendera, Jakarta Kembali Tergenang: Cek Titik Macet dan Penjelasan BMKG Soal Cuaca Ekstrem

fin.co.id - 29/01/2026, 08:01 WIB

Hujan Masih Mendera, Jakarta Kembali Tergenang: Cek Titik Macet dan Penjelasan BMKG Soal Cuaca Ekstrem

Sejumlah ruas jalan utama Jakarta terendam genangan air hingga 40 cm pagi ini, salah satunya di Jalur lambat Jl. Letjend Suprapto Cempaka Putih dan Daan Mogot Jakarta Barat.Foto:X@tmcpoldametrojaya

fin.co.id - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi mulai berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik utama. Berdasarkan pantauan terkini dari TMC Polda Metro Jaya hingga pukul 07.29 WIB beberapa ruas jalan protokol mulai terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 15 hingga 40 sentimeter. Kondisi ini memaksa para pengendara untuk ekstra waspada guna menghindari mogok kendaraan atau kecelakaan.

Daftar Titik Genangan di Jakarta Pagi Ini

Titik terdalam terpantau di jalur lambat Jalan Letjend Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat. Genangan air setinggi 30 hingga 40 sentimeter merendam jalur tersebut sehingga menghambat laju kendaraan yang datang dari arah Senen maupun Pulogadung.

Kepolisian mengimbau pengendara untuk mengambil jalur alternatif atau tetap berada di jalur cepat guna menghindari kedalaman air yang berisiko.

Kawasan Jakarta Barat juga tidak luput dari kepungan air. Di Jalan Daan Mogot Raya tepatnya arah Cengkareng genangan setinggi 30 sentimeter sudah merendam badan jalan sejak pukul 06.03 WIB.

Sementara itu di Kawasan Taman Kota genangan air terpantau setinggi 15 sentimeter yang meski relatif lebih rendah tetap memicu perlambatan arus lalu lintas.

Bergeser ke Jakarta Timur genangan setinggi 25 sentimeter merendam Jalan D.I. Pandjaitan tepat di depan Wikka Tower ke arah Kebon Nanas. Para pekerja yang menuju kawasan perkantoran diimbau untuk berangkat lebih awal atau mencari rute lain demi menghindari penumpukan kendaraan yang mulai mengular di kawasan tersebut.

Penjelasan BMKG Mengenai Operasi Modifikasi Cuaca

Di tengah situasi cuaca yang tidak stabil BMKG memberikan klarifikasi terkait Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC yang sedang berjalan. Melalui penjelasan resminya BMKG menegaskan bahwa langkah ini dilakukan secara terukur dan berbasis sains demi mengurangi risiko bencana bukan sebaliknya.

Pihak BMKG meluruskan misinformasi yang menyebutkan bahwa OMC memicu ketidakstabilan cuaca secara liar.

Salah satu fenomena yang dijelaskan adalah cold pool atau kolam dingin yang merupakan kejadian alami di atmosfer. BMKG menekankan bahwa teknologi modifikasi cuaca tidak menciptakan awan baru dari ketiadaan melainkan bekerja pada awan-awan yang sudah ada di langit Jakarta.

Tujuannya adalah untuk menurunkan hujan lebih awal di laut atau area yang kurang berisiko sehingga intensitas curah hujan di pemukiman warga dapat berkurang.

Langkah mitigasi ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan perubahan iklim yang kian nyata. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun kanal informasi kepolisian guna membedakan data akurat dengan misinformasi yang beredar di media sosial.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID