Kesehatan . 29/01/2026, 08:16 WIB
fin.co.id - Dunia internasional kembali digegerkan dengan laporan kemunculan Virus Nipah (NiV) di India. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di tanah air, tingkat fatalitas virus ini yang mencapai 40 hingga 70 persen memaksa pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Minimnya vaksin dan pengobatan spesifik menjadikan ancaman kesehatan ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah masuknya virus ini ke Indonesia. Ia menekankan pentingnya kesiapan sistem deteksi di tengah tingginya risiko kematian akibat infeksi Nipah. Menurutnya, kesiapan laboratorium harus menjadi prioritas utama agar tenaga medis mampu mengenali gejala awal dengan akurat.
"Peningkatan kewaspadaan dini adalah langkah penting. Mengingat tingkat fatalitas yang tinggi dan belum adanya vaksin, kesiapan sistem deteksi harus menjadi prioritas kita saat ini," ujar Nihayatul dalam keterangannya, Kamis 29 Januari 2026.
Selain fasilitas laboratorium, pengawasan ketat di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan internasional kini menjadi fokus utama. Nihayatul menyarankan pemeriksaan kesehatan terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terdampak perlu diterapkan secara proporsional guna menghindari kepanikan publik sekaligus melindungi masyarakat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, turut memperingatkan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah atau babi, maupun melalui makanan yang terkontaminasi.
Gejala yang ditimbulkan virus ini sangat bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan ringan hingga peradangan otak (ensefalitis) yang fatal. Kemenkes terus memantau perkembangan bukti ilmiah terbaru untuk menyesuaikan langkah mitigasi di lapangan tanpa mengganggu aktivitas perjalanan internasional secara berlebihan.
Masyarakat dihimbau untuk memulai langkah pencegahan sederhana namun efektif dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kebersihan makanan dan menghindari konsumsi buah-buahan yang berpotensi terkontaminasi air liur atau urine hewan menjadi kunci utama. Selain itu, pemerintah berjanji akan terus memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami guna melawan misinformasi terkait virus ini.
Saat ini sejumlah bandara di Asia sudah mulai memperketat pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang internasional. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjadi benteng pertama sebelum virus Nipah menyebar lebih luas ke wilayah lain.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id