Ribuan Buruh Kepung Patung Kuda Hari Ini, Polisi Siagakan 1.174 Personel Amankan Arus Aspirasi

fin.co.id - 28/01/2026, 09:53 WIB

Ribuan Buruh Kepung Patung Kuda Hari Ini, Polisi Siagakan 1.174 Personel Amankan Arus Aspirasi

Ribuan buruh kepung kawasan Patung Kuda Jakarta hari ini, Rabu (28/1/2026). Polisi siagakan 1.174 personel amankan tiga tuntutan utama terkait upah dan PHK.Foto:Partai Buruh

fin.co.id - Kawasan Monas dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, kembali menjadi titik tumpu penyampaian aspirasi pada Rabu 28 Januari 2026 pagi. Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh tumpah ruah ke jalan guna menuntut perbaikan kesejahteraan dan perlindungan hak pekerja.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa setidaknya seribu orang massa dari Jakarta dan Jawa Barat mulai bergerak sejak pukul 10.30 WIB. Massa merencanakan long march dari kawasan Patung Kuda menuju Istana Negara sebagai bentuk protes terhadap kebijakan upah dan ancaman PHK.

Tiga Tuntutan Utama Buruh

Dalam aksi kali ini, kelompok buruh membawa tiga poin krusial yang mereka anggap sebagai harga mati. Pertama, buruh mendesak pemerintah untuk segera merevisi besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 yang dinilai terlalu murah.

Kedua, massa menuntut pengembalian Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 wilayah se-Jawa Barat sesuai dengan rekomendasi bupati dan walikota setempat. Terakhir, buruh mendesak pemerintah pusat untuk menyelamatkan 2.500 pekerja PT Pakerin Mojokerto yang terancam PHK akibat kebijakan pusat.

"Kami datang untuk menyelamatkan nasib ribuan kawan-kawan kami yang terancam kehilangan mata pencaharian dan menuntut upah yang lebih layak," tegas Said Iqbal.

Pengamanan Ketat Namun Humanis

Guna mengawal jalannya aksi, Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan sebanyak 1.174 personel gabungan dari unsur Polda, Polres, hingga Polsek jajaran. Kasie Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa aparat akan mengedepankan pendekatan dialogis dalam menjaga ketertiban.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis kepada rekan-rekan massa aksi. Kami mengimbau agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan mematuhi aturan hukum yang berlaku," ujar Iptu Erlyn dalam keterangan tertulisnya.

Pihak kepolisian juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan dan titik akses menuju Istana Negara. Meski demikian, penerapan pengalihan arus bersifat situasional tergantung pada kepadatan massa di lapangan.

Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Gambir dan Jakarta Pusat diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan. Pemerintah berharap aksi ini berjalan damai tanpa mengganggu aktivitas publik secara luas.

Hingga berita ini diturunkan, massa buruh mulai memadati area titik kumpul, sementara aparat kepolisian terus memantau pergerakan massa di garis depan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID