fin.co.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi merilis evaluasi menyeluruh terhadap wajah transportasi Indonesia sepanjang tahun 2025. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Rabu 28 Januari 2026, KNKT menyoroti sejumlah pencapaian sekaligus celah keselamatan yang masih memerlukan pembenahan serius di empat moda transportasi utama.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan bahwa meski tingkat penyelesaian rekomendasi terus meningkat, faktor manusia dan lemahnya pengawasan sistem masih menjadi "penyakit" lama yang sulit sembuh.
Perkeretaapian: Selamat dari Korban Jiwa
Kabar baik datang dari rel besi. Sepanjang 2025, Subkomite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian mencatat empat kejadian kecelakaan yang seluruhnya masuk kategori anjlokan. Menariknya, tidak ada laporan korban meninggal maupun luka-luka dari seluruh kejadian tersebut.
"Kami mencatat tingkat penyelesaian rekomendasi keselamatan perkeretaapian cukup tinggi, yakni 253 dari 283 rekomendasi telah berstatus closed," ungkap Soerjanto.
Namun, ia memberi catatan merah pada kurangnya pemahaman tentang aspek Reliability, Availability, Maintainability and Safety (RAMS) serta belum adanya penanggung jawab tunggal (single accountable) untuk perlintasan sebidang.
Duka di Perairan dan Jalan Raya
Kondisi berbeda terlihat di sektor pelayaran. KNKT melakukan delapan investigasi kecelakaan laut, di mana tujuh di antaranya masuk kategori sangat serius (very serious marine casualty). Kasus menonjol melibatkan kapal KMP Tunu Pratama Jaya hingga KM Putri Sakinah.
Isu utamanya masih klasik yaitu kelebihan muatan (overdraft) pada kapal Roro, sistem manifest yang lemah, hingga audit manajemen keselamatan yang belum optimal oleh para pejabat pemeriksa.
Baca Juga
Sementara itu, di moda lalu lintas darat, KNKT menangani sembilan kecelakaan yang mengakibatkan 69 orang luka-luka. Beberapa kejadian yang menyedot perhatian publik antara lain kecelakaan beruntun bus Sakhindra Trans di Kota Batu dan tragedi bus pariwisata di kawasan Bromo.
"Faktor manusia masih mendominasi kecelakaan jalan raya. Kami juga mengidentifikasi risiko baru, yaitu meningkatnya insiden kebakaran pada kendaraan listrik yang memerlukan kesiapsiagaan darurat lebih tinggi," tambah Soerjanto.
Penerbangan: Tantangan Pilot dan Layang-layang
Di udara, KNKT melakukan 19 investigasi yang terdiri dari 9 kecelakaan dan 10 kejadian serius. Peristiwa yang paling menonjol meliputi kecelakaan helikopter di Kalimantan Tengah dan Papua Tengah.
Satu hal yang unik sekaligus mengkhawatirkan adalah identifikasi masalah pengawasan risiko penerbangan di daerah, termasuk minimnya larangan menerbangkan layang-layang yang bisa mengancam keselamatan navigasi udara. Selain itu, masalah kelelahan pilot (fatigue management) tetap menjadi sorotan utama yang harus segera dituntaskan oleh para operator pesawat.