Internasional . 28/01/2026, 14:18 WIB
fin.co.id - Arab Saudi menegaskan sikap tegasnya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Kerajaan menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun wilayah teritorialnya digunakan untuk kepentingan aksi militer apa pun yang diarahkan ke Iran.
Penegasan tersebut disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Informasi ini disampaikan Kantor Berita Saudi (SPA) pada Selasa 27 Januari 2026.
Dalam komunikasi itu, Bin Salman menekankan posisi Arab Saudi yang menghormati kedaulatan negara lain dan menolak keterlibatan wilayahnya dalam konflik bersenjata.
Bin Salman menegaskan bahwa Kerajaan menghormati kedaulatan Republik Islam Iran, seraya menekankan bahwa Arab Saudi “tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan dalam aksi militer apa pun terhadap Iran oleh pihak mana pun, terlepas dari tujuannya.”
Ia juga kembali menegaskan komitmen Arab Saudi terhadap penyelesaian konflik melalui jalur dialog. Menurutnya, pendekatan diplomatik menjadi jalan utama untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan yang kerap dilanda ketegangan geopolitik.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi terhadap dukungan negara-negara Islam kepada Iran, terutama di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Teheran. Hal itu disampaikan dalam pernyataan resmi kepresidenan Iran.
“Kebijakan berprinsip pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada pelestarian persatuan dan kohesi etnis dan sekte serta penguatan solidaritas nasional,” katanya, seperti dikutip oleh kepresidenan.
Pezeshkian juga menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global.
“Saya sepenuh hati percaya bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan saya sangat yakin bahwa bersama-sama dan melalui kerja sama, kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi rakyat,” katanya.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian turut melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menuduh kedua negara tersebut bersikap bermusuhan melalui tekanan ekonomi, upaya memicu konflik, serta dukungan langsung terhadap kerusuhan di Iran.
“Mereka mengira dengan tindakan ini, mereka dapat mengubah Iran menjadi Suriah atau Libya, tanpa menyadari bahwa mereka tidak memahami realitas, sifat, dan kebesaran rakyat Iran,” katanya, menekankan bahwa “kehadiran luas dan sadar bangsa Iran” telah menggagalkan rencana tersebut.
Ia juga menyinggung pengalaman Iran dalam berinteraksi dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
“Kami sedang berdialog dengan Amerika ketika, di hadapan seluruh dunia, mereka melancarkan serangan militer terhadap kami… Dalam interaksi dengan negara-negara Eropa, kami mencapai kesepakatan dan konsensus, tetapi Amerika-lah yang melanggarnya dan tidak mendukungnya,” katanya.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tetap membuka diri terhadap upaya perdamaian selama menghormati hukum internasional dan hak-hak bangsa Iran.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran tetap siap “untuk menyambut setiap proses yang mengarah pada perdamaian, ketenangan, dan penghindaran konflik dan perang, dalam kerangka hukum internasional dan sambil sepenuhnya menjaga dan menghormati hak-hak bangsa dan negara.”
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id