fin.co.id - Negara-negara di kawasan Asia kini berada dalam status siaga tinggi menyusul deteksi kasus baru Virus Nipah yang mematikan di India dan Thailand. Menanggapi ancaman ini, otoritas kesehatan di berbagai negara mulai mengaktifkan kembali protokol pengawasan ketat di pintu masuk internasional, serupa dengan prosedur kesehatan saat pandemi COVID-19.
Pengetatan di Pintu Masuk Internasional
Pemerintah Thailand melalui Departemen Pengendalian Penyakit (TDDC) mengonfirmasi bahwa lima orang telah terjangkit virus ini. Sebagai langkah preventif, Thailand resmi memberlakukan skrining kesehatan di pos pemeriksaan penyakit menular internasional. Penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi atau indikasi klinis lainnya wajib menjalani pemeriksaan tambahan yang lebih mendalam.
"Langkah-langkah pemantauan terhadap pelancong telah kami ambil. Jika ditemukan gejala yang kompatibel dengan infeksi Virus Nipah, skrining tambahan akan langsung dilakukan," tulis rilis resmi TDDC.
Selain pemeriksaan fisik, pelancong juga diwajibkan memberikan riwayat perjalanan dan potensi kontak fisik selama berada di wilayah terdampak.
Fokus Penanganan di India Di India, Pusat Pengendalian Penyakit Nasional (NCDC) mengonfirmasi adanya wabah di distrik Kozhikode dan Malappuram, Kerala, serta pemantauan ketat di West Bengal. Meskipun otoritas menyebut wabah ini belum berskala besar, langkah antisipasi tetap berjalan masif.
Tim medis bahkan mulai melakukan pengujian sampel pada kelelawar di Kebun Binatang Alipore, Kolkata, guna memetakan sebaran virus. Direktur kelelawar Alipore Zoo, Tripti Sah, menyatakan bahwa pengambilan sampel swab pada kelelawar dilakukan dengan protokol ketat guna memastikan apakah populasi hewan tersebut telah terpapar atau tidak.
Risiko Fatal dan Protokol Pencegahan Virus Nipah yang bersifat zoonosis ini menjadi perhatian serius karena tingkat kematiannya yang relatif tinggi dan kemampuannya menyebabkan infeksi otak berat. Hingga saat ini,
Kementerian Kesehatan India terus menyosialisasikan panduan keselamatan publik, di antaranya:
Baca Juga
Menghindari konsumsi buah yang tampak bekas gigitan hewan atau jatuh dari pohon.
Mencuci bersih semua buah-buahan sebelum dikonsumsi.
Menghindari konsumsi cairan nira mentah atau nira kurma yang belum diolah.
Menggunakan pakaian pelindung saat menangani hewan ternak yang sakit.
Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah dan babi, serta penularan antarmanusia melalui kontak erat.