fin.co.id - Tren penyalahgunaan gas ketawa atau laughing gas kini tengah menjadi perhatian serius dunia medis dan hukum. Meskipun sering dianggap sebagai hiburan ringan di pesta-pesta, senyawa kimia bernama dinitrogen monoksida (N2O) ini menyimpan risiko fatal yang mampu merusak saraf otak hingga menguras harta benda penggunanya.
Fenomena ini baru saja menyeret nama bintang acara realitas asal Inggris, Jack Fincham. Mantan pemenang Love Island tersebut terpaksa masuk pusat rehabilitasi setelah mengaku kecanduan parah terhadap gas ketawa. Kisahnya menjadi peringatan keras bagi publik bahwa zat yang sering ditemukan dalam tabung whipped cream ini bukanlah mainan.
Apa Itu Gas Ketawa dan Mengapa Berbahaya?
Dinitrogen monoksida sebenarnya merupakan zat yang legal untuk kebutuhan medis sebagai anestesi (obat bius) dan kebutuhan industri pangan. Zat ini memicu pelepasan hormon dopamin secara instan di otak, sehingga pengguna merasakan euforia singkat, rileks, dan tertawa tanpa sebab.
Namun, di balik efek "bahagia" yang hanya bertahan hitungan menit tersebut, terdapat ancaman kesehatan yang mengerikan. Menghirup gas ketawa secara berlebihan dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen pada otak. Dalam jangka panjang, zat ini menghancurkan cadangan vitamin B12 dalam tubuh yang sangat vital untuk memelihara fungsi saraf.
Kerusakan saraf akibat gas ketawa sering kali berujung pada rasa kebas, kesemutan kronis, hingga kelumpuhan pada anggota gerak.
Dampak Nyata: Kasus Jack Fincham
Jack Fincham mengungkapkan betapa cepatnya gas ketawa merusak hidupnya. Di usia 33 tahun, ia mengaku kehilangan segalanya akibat kecanduan zat tersebut. Dampaknya tidak hanya terasa pada kesehatan mental, tetapi juga menghancurkan kondisi keuangannya hingga ia hanya menyisakan uang sebesar 20 poundsterling (sekitar Rp400 ribu) di rekeningnya.
"Saya mengonsumsi nitrous oxide bersama teman-teman, saya merasa seperti anak kecil yang bodoh," ungkap Jack yang mengaku memulai kembali kebiasaan buruknya sejak Desember 2025.
Karena kondisi ekonomi yang terpuruk, Jack tidak mampu membiayai pusat rehabilitasi secara mandiri. Beruntung, sebuah organisasi kesehatan mental di Inggris, Steps Together, menawarkan program perawatan senilai Rp732 juta untuk membantunya pulih dari ketergantungan.
Baca Juga
Tanda-Tanda Kecanduan dan Hilangnya Kesadaran
Selain merusak fisik, gas ketawa yang dikonsumsi bersama alkohol dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek secara total. Jack Fincham bahkan sempat tertangkap kamera melakukan tindakan yang tidak ia ingat sama sekali akibat pengaruh zat tersebut.
Para ahli mengingatkan bahwa penggunaan gas ketawa di luar pengawasan medis sangatlah berisiko. Efek melayang yang dihasilkan bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan, pingsan tiba-tiba, hingga mengalami serangan jantung jika kadar oksigen dalam darah merosot tajam.
Kisah Jack menjadi pelajaran penting bahwa gas ketawa bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan zat adiktif yang mampu merampas masa depan penggunanya. Upaya mitigasi kini terus didorong melalui pengawasan ketat distribusi tabung gas industri agar tidak jatuh ke tangan yang salah.