fin.co.id – Publik sempat dikejutkan dengan insiden tumbangnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, saat memimpin upacara penghormatan terakhir bagi tiga staf KKP yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Rasa lelah fisik dan beban mental yang berat terungkap menjadi penyebab utama sang Menteri jatuh tak sadarkan diri di tengah prosesi yang penuh haru tersebut.
Menteri Trenggono memberikan konfirmasi langsung mengenai kondisi kesehatannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @swtrenggono, pada Minggu 25 Januari 2026. Ia memastikan bahwa kondisinya kini telah berangsur pulih dan stabil setelah mendapatkan observasi medis.
"Alhamdulillah, observasi dokter menyatakan tidak ada masalah serius, hanya kelelahan," tulis Trenggono.
Faktor Kelelahan Fisik dan Beban Emosional
Insiden pingsannya Menteri KKP ini bukan tanpa alasan. Staf Khusus Menteri KKP Bidang Media dan Komunikasi, Doni Ismanto Darwin, menjelaskan bahwa pimpinan KKP tersebut baru saja menempuh perjalanan dinas yang sangat panjang dari Eropa, mencakup kunjungan ke London dan Davos untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Meski tubuhnya masih bergelut dengan jet lag dan kelelahan setelah mendarat di tanah air, Trenggono memilih langsung hadir di Auditorium Madidihang AUP, Pasar Minggu, Jakarta. Ia bersikeras memimpin langsung upacara pelepasan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi anak buahnya.
"Selama di Eropa, beliau terus memantau perkembangan evakuasi di Jakarta. Begitu jenazah teridentifikasi, beliau ingin mendampingi keluarga dan ikut dalam prosesi pemakaman," ungkap Doni.
Selain faktor fisik, beban emosional juga turut menguras energi sang Menteri. Kehilangan tiga putra terbaik KKP—Almarhum Ferry Irawan, Almarhum Yoga Naufal, dan Almarhum Capt. Andy Dahananto—dalam kecelakaan tragis di Sulawesi Selatan tersebut menjadi pukulan batin yang mendalam bagi Trenggono.
Kronologi Kejadian di Auditorium Madidihang
Suasana khidmat di Auditorium Madidihang seketika berubah menjadi kepanikan saat terdengar suara debuman keras di atas panggung. Kejadian ini berlangsung tepat setelah perwakilan keluarga korban menyerahkan jenazah kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan.
Baca Juga
Menteri Trenggono yang tengah bersiap memberikan pernyataan tiba-tiba pingsan di hadapan para pelayat dan keluarga korban. Petugas medis segera memberikan pertolongan pertama dan membawa sang Menteri untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Meski sempat mengalami insiden tersebut, semangat pengabdian Menteri Trenggono tidak surut. Ia bahkan sempat menerima telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menanyakan kondisinya. Di akhir pernyataannya, ia berpesan kepada seluruh jajaran KKP dan masyarakat untuk tetap teguh bertugas.
"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," tutupnya dalam pesan singkat yang menyentuh hati tersebut.