Longsor Bandung Barat, 8 Tewas dan 82 Warga Masih Hilang dalam Pencarian Tim SAR

fin.co.id - 25/01/2026, 08:47 WIB

Longsor Bandung Barat, 8 Tewas dan 82 Warga Masih Hilang dalam Pencarian Tim SAR

Bencana longsor dan banjir bandang menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Hingga kini, 8 orang ditemukan meninggal dunia dan 82 warga masih hilang.Foto:Instagram@Basarnas

fin.co.id - Bencana besar melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari. Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu longsor hebat disertai banjir bandang yang menerjang permukiman warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Material tanah dan lumpur meluncur deras menimbun puluhan rumah serta perkebunan saat warga masih terlelap.

Hingga laporan terbaru diterima pada Minggu pagi 25 Januari 2026, Tim SAR Gabungan mencatat dampak mengerikan dari bencana ini. Sebanyak 8 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 82 warga lainnya dilaporkan masih hilang dan berada dalam proses pencarian intensif.

Kronologi Mencekam Saat Suara Gemuruh Melanda

Tragedi ini bermula sekitar pukul 02.30 hingga 03.00 WIB. Warga di Kampung Pasirkuning melaporkan sempat mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah perbukitan. Tidak lama kemudian, material tanah dari arah Kampung Pasirkuning bergerak cepat menuju Kampung Pasir Kuda yang berada di bawahnya, menghancurkan apa pun yang dilalui.

Kapolsek Cisarua, Kompol A.Y. Yogaswara, menjelaskan bahwa longsoran tersebut membawa material lumpur yang sangat tebal sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman. Berdasarkan asesmen pihak desa dan unsur SAR, total warga yang terdampak mencapai 113 jiwa atau sekitar 34 Kepala Keluarga (KK).

Upaya Pencarian Masif: Drone dan Alat Berat Dikerahkan

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa personel tim rescue dan tim keposkoan telah berada di titik utama bencana, yakni Kp. Pasirkuning RT 01/11. Tim SAR Gabungan menggunakan berbagai metode untuk menemukan 82 korban yang masih tertimbun, mulai dari observasi visual hingga penggunaan teknologi modern.

"Kami mengupayakan pencarian dengan penggalian manual dan penyemprotan tanah menggunakan alkon untuk menipiskan material lumpur. Selain itu, kami menerbangkan drone UAV untuk memantau pergerakan tanah dan memetakan area pencarian dari udara," ungkap Ade Dian.

Meskipun pencarian terus berjalan, tim di lapangan menghadapi kendala besar berupa medan yang sangat berat dan kondisi tanah yang masih labil. Cuaca yang sewaktu-waktu bisa kembali hujan memperlambat proses evakuasi karena petugas harus tetap mengutamakan prosedur keselamatan.

Warga Diimbau Mengungsi ke Zona Aman

Hingga saat ini, 23 warga dilaporkan berhasil selamat namun mengalami trauma berat akibat kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga. Pemerintah setempat bersama BPBD KBB telah mendirikan posko darurat untuk menyalurkan bantuan logistik dan medis bagi para penyintas.

Pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk segera mengungsi dan menjauhi area longsoran. Potensi bencana susulan masih sangat tinggi mengingat struktur tanah di Desa Pasirlangu saat ini sangat rapuh setelah dihantam banjir bandang dan longsoran material tebal.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID